5.27.2008

Dua Hati Bertemu

e-RH(c)%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 21 Mei 2008
Bacaan : 1 Raja-raja 19:1-14
Setahun: Ezra 10; Nehemia 1-2

Nats: Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah
kerjamu di sini, hai Elia?" (1 Raja-raja 19:13)

Judul:
DUA HATI BERTEMU

Setiap kali suami saya pulang, anak saya yang berusia 2 tahun
langsung tahu lebih dulu hanya dengan mendengar suara sepeda
motornya. Ia akan segera lari keluar untuk menyambut ayahnya dengan
gembira. Bagaimanapun suasana hatinya saat itu, yang jelas ia selalu
senang bertemu lagi dengan ayahnya. Perasaan ini terjadi karena dua
hati -- ayah dan anak -- bertemu.

Saat itu, Elia sedang lelah dan putus asa. Bahkan ia minta mati
saja, "Cukuplah itu ... ambillah nyawaku" (ayat 4). Aneh memang.
Elia yang baru saja melakukan pekerjaan besar bersama Tuhan,
mengalami kelelahan dan keputusasaan hanya karena ancaman Izebel,
seorang manusia belaka.

Lalu Tuhan datang menemui Elia. Bukan lewat angin besar yang
membelah gunung dan memecah bukit. Bukan lewat gempa atau api. Dia
datang lewat angin sepoi-sepoi basa. Tuhan menemui Elia bukan lagi
lewat peristiwa dahsyat, melainkan melalui peristiwa biasa. Di
situlah Elia keluar dan menemui Tuhan. Dua hati bertemu, dan Tuhan
menggugah hati Elia dengan bertanya, "Apakah kerjamu di sini?" (ayat
13). Tuhan menyadarkan Elia pada tugasnya dan menguatkannya supaya
tidak lagi kalah oleh ketakutan dan kecemasan.

Jika saat ini kita sedang takut dan cemas, serta begitu putus asa,
Tuhan menggugah hati kita dengan pertanyaan, "Apakah kerjamu di
sini?" Tuhan ingin kita bangkit. Hanya satu yang Dia inginkan, yakni
agar kita bertemu dengan-Nya. Sekarang juga, temuilah Tuhan dalam
keheningan doa. Utarakan segala pergumulan kita kepada-Nya. Dia akan
meneguhkan kita kembali pada panggilan pelayanan yang sudah
dipercayakan pada kita -CHA

DALAM KEHENINGAN DOA
HATI KITA BERTEMU DENGAN HATI TUHAN


1Raja 19:1-14

1. Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang
dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan
pedang,
2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia:
"Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi
dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak
membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka
itu."
3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan
nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah
Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan
jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin
mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah
nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek
moyangku."
5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu.
Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata
kepadanya: "Bangunlah, makanlah!"
6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada
roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum,
kemudian berbaring pula.
7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan
menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau
tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."
8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan
makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam
lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
9. Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di
situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah
kerjamu di sini, hai Elia?"
10 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah
semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu,
meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan
pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka
ingin mencabut nyawaku."
11 Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu
di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang
membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu,
mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan
sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam
gempa itu.
12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN
dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin
sepoi-sepoi basa.
13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya
dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu.
Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di
sini, hai Elia?"
14 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah
semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu,
meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan
pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka
ingin mencabut nyawaku."



%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

No comments: