6.06.2008

8 Kado Terindah

1. Kehadiran
Kehadir an orang yang dikasihi rasanya
adalah kado yang tak ternilai harganya

Memang kita bisa juga hadir di
hadapannya lewat surat, telepon, foto, faks,
e-mail atau chatting.
Namun dengan berada di sampingnya. Anda
dan ia dapat berbagi perasaan,
perhatian, dan kasih sayang secara lebih
utuh dan intensif. Dengan demikian,
kualitas kehadiran juga penting. Jadikan
kehadiran Anda sebagai pembawa
kebahagia an.

2. Mendengarkan
Sedi kit orang yang mampu memberikan kado
ini, sebab kebanyakan orang lebih
suka didengarkan, daripada mendengarkan.
Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan
hubu ngan antar-manusia amat
ditentukan oleh kesediaan saling
mendengarkan.
Berikan kado ini untuknya. Dengan
mencurahka n perhatian pada segala
ucapannya, secara taklangsung kita juga
telah menumbuhkan kesabaran dan
kerendahan hati. Untuk bisa mendengar
dengan baik, pastikan Anda dalam
keadaan betul-betul santai dan bisa
menangkap utuh apa yang disampaikannya.
T atap wajahnya. Tak perlu menyela,
mengkritik, apalagi menghakimi.
Biarkan ia menuntaskannya. Ini
memudahkan Anda untuk memberi tanggapan yang
tepat setelah itu. Tidak harus berupa
diskusi atau penilaian. Sekadar ucapan
terima kasih pun akan terdengar manis
baginya.

3. Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga
ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum,
mengusir, atau membingungkan orang. Tapi
lebih dari segalanya, diam juga bisa
menunjukkan kecintaan kita pada
seseorang karena memberinya “ruang.”
Terlebih jika sehari-hari kita sudah
terbiasa gemar menasihati,mengatur ,
mengkritik bahkan mengomeli.

4. Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti
memberi kita hak penuh untuk memiliki atau
mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bis akah kita mengaku mencintai seseorang
jika kita selalu mengekangnya?
Memberi kebebasan adalah salah satu
perwujudan cinta.
Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas
berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu,
memberi kebebasan adalah memberinya
kepercayaan penuh untuk bertanggung
jawab atas segala hal yang ia putuskan
atau lakukan.

5. Keindahan
Siapa yang tak bahagia jika orang yang
disayangi tiba-tiba tampil lebih
ganteng atau cantik? Tampil indah dan
rupawan juga merupakan kado. Bahkan
tak salah jika Anda mengkadokannya tiap
hari!
Sel ain keindahan penampilan pribadi,
Anda pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Vas dan bunga segar
cantik di ruang keluarga atau meja
makan yang tertata indah, misalnya.

6. Tanggapan Positif
Tanpa sadar,sering kali kita memberikan
penilaian negatif terhadap pikiran,
sikap atau tindakan orang yang kita sayangi.
Seolah-olah tidak ada yang benar dari
dirinya dan kebenaran mutlak hanya
pada kita. Kali ini,coba hadiahkan
tanggap n positif. Nyatakan dengan jelas
dan tulus.
Cobalah ingat, berapa kali dalam
seminggu terakhir Anda mengucapkan terima
kasih atas segala hal yang dilakukannya
demi Anda. Ingat-ingat pula,
pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu,
ucapan terima kasih dan pujian (dan
juga permintaan maaf ), adalah kado
cinta yang sering terlupakan.

7 . Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan
pertengkaran. Apalagi sampai menjadi
cekcok yang hebat.
Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya
sebuah hubungan cinta dikorbankan
jadi berantakan hanya gara-gara
persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini,
berarti Anda siap memberikan kado
“kesediaan mengalah.”
Anda mungkin kesal atau marah karena ia
terlambat datang memenuhi janji.
Tapi kalau baru sekali itu terjadi,
kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran
yang berlarut-larut?
K esediaan untuk mengalah juga dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita
menyadari bahwa tidak ada manusia yang
sempurna di dunia ini

8. Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman
amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan
tulus, bisa menjadi pencair
hubungan yang beku, pemberi semangat
dalam keputusasaan, pencerah suasana
muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.
Senyuman juga merupakan isyarat untuk
membuka diri dengan dunia sekeliling
kita. Kapan terakhir kali Anda
menghadiahkan senyuman manis pada orang yang
Anda kasihi?

No comments: