6.20.2008

Blessing In Disguise

e-RH(c)%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 19 Juni 2008
Bacaan : 1 Raja-raja 17:7-24
Setahun: Mazmur 28-31

Nats: Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan
Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu
mendapat makan beberapa waktu lamanya (1 Raja-raja 17:15)

Judul:

BLESSING IN DISGUISE

Suatu malam, seorang wanita kulit hitam setengah baya bertahan di tepi
jalan tol Alabama dalam guyuran hujan. Mobilnya mogok. Ia berusaha
mencari tumpangan. Beruntung seorang pemuda bule berhenti dan
membawanya ke pangkalan taksi. Walau tergesa, wanita tadi tak lupa
menanyakan alamat si pemuda.

Tujuh hari kemudian, si pemuda mendapat kiriman televisi berwarna
besar yang sangat mahal, dengan catatan: "Terima kasih telah menolong
saya di jalan tol malam itu. Hujan tak hanya membasahi baju saya,
tetapi juga jiwa saya. Untung Anda datang. Jadi, saya masih sempat
hadir di sisi suami saya yang sekarat ... hingga wafat. Tuhan
memberkati Anda karena tidak mementingkan diri sendiri"—Tertanda: Ny.
Nat King Cole (istri penyanyi jaz terkenal tahun 1960-an).

Walaupun kecil, karya kemanusiaan tetaplah menggetarkan hati. Sang
janda Sarfat hidup hanya bersama anak perempuannya, di zaman yang
sulit karena kemarau panjang dan bencana kelaparan. Ia hanya memiliki
sedikit minyak dan segenggam tepung yang tinggal sekali dimasak (ayat
12). Namun karena memercayai Allah, ia mau menolong Elia yang
kesulitan. Allah pun memberkati tepung dan minyaknya hingga bencana
kelaparan berlalu. Dan bukan cuma berkat jasmani! Ketika putri
tunggalnya mati, Tuhan, melalui Elia, membangkitkannya (ayat 22).

Tuhan dapat memakai siapa pun untuk memberkati —- seperti janda miskin
di Sarfat yang menjadi saluran berkat bagi Elia. Dan, Tuhan
menyediakan berkat tersembunyi bagi setiap hati yang tersentuh akan
derita sesamanya. Anda rindu dipakai menjadi jalan berkat-Nya bagi
sesama yang membutuhkan? Bertindaklah! —SST

TUHAN TIDAK MEMAKAI ORANG YANG MERASA MAMPU
TUHAN MEMAKAI ORANG YANG TAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI


1 Raja-raja 17:7-24

7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab
hujan tiada turun di negeri itu.
8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan
diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda
untuk memberi engkau makan."
10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke
pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang
mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya:
"Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah
ambil juga bagiku sepotong roti."
12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup,
sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam
tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan
sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian
aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah
kami memakannya, maka kami akan mati."
13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah
seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku
sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku,
kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan
itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan
berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan
Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat
makan beberapa waktu lamanya.
16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli
itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan
perantaraan Elia.
17 Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan
sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
18 Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya
abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan
kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
19 Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia
mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke
kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku!
Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang
menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"
21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan
berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah
kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang
ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
23 Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke
dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu,
ia sudah hidup!"
24 Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa
engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah
benar."


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

No comments: