7.18.2008

Shelley Luben

Dibawah ini adalah surat dari ex-pornstar *Shelley Luben* yg akhirnya bisa
keluar dari dunia gelap *Porn Industry* dan sekarang menjadi aktivis yg
berjuang melawan ekploitasi sexual terhadap gadis-gadis muda Amerika dalam
film porno.

------------ --------- --------- --------- --------- --------- ---------
--------
Gadis cantik, tubuh sexy, *naked* dan mata yg membangkitkan gairah
seakan-akan berkata *" I Want You" *Itu yg biasa kamu lihat di cover film
porno, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

*Percayalah, Aku tahu.*

Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena *
nafsuku* akan kekuasaan dan kecintaanku kepada *UANG*. Aku tidak pernah
menyukai sex. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak
minum *Jack Daniels* daripada bersama para pria yg dibayar seperti aku untuk
"berpura-pura" di film.

Ya Benar tidak ada diantara kami – gadis-gadis blonde yg menyukai *being in
porn movie*. Kami benci disentuh oleh orang asing yg sama sekali tidak
peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan
keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar
mandi saat break syuting. Sedangkan yg lainnya berusaha menenangkan diri
dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi *Porn Industry* ingin agar *KAMU* selalu berpikir kalau kami artis
porno sangat menyukai sex. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang
dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yg akan mereka
lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua
pilihan oleh produser : "Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak
akan bisa kerja lagi." Iya memang benar kami punya pilihan. Beberapa
diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa
bahkan diancam.

Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular
herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yg sukar disembuhkan. Salah
seorang artis film porno setelah syuting dgn menahan sakit sepanjang hari
setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol. Mati

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yg berantakan dan
pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau
tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka,
bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh
kami. Jadi sejak kecil kami belajar bahwa sex bisa membuat kami berharga.
Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan
kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol
dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit
HIV atau penyakit kelamin lainnya. *Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia,
dll* setiap hari menghantui kami. Memang setiap bulan kami diperiksa tapi
kamu tahu kalo hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular
penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tdk kalah
mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ
tubuh bagian dalam kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yg normal. Tapi
sangat sulit menjalin hubungan yg normal dengan laki-laki *biasa*, maka dari
itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani
hidup sebagai lesbian. Buat aku momen yg gk akan terlupakan adalah ketika
tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yg telanjang sedang berciuman
dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.

Pada hari yg lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di
tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tdk suka bersih-bersih
jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran
kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan
makanan yg kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami
menderita *bulimia*.

Bagi artis porno yg memiliki anak, kami adalah ibu yg paling BURUK. Kami
menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami
begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yg berumur 4 tahun yg menyeret kami
dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan sex) kami harus
mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam.
Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan *pager* dan kusuruh dia
menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.

Kebenarannya ada di luar sana…. *Tidak Ada Fantasi di Porn Industry. *

*Semua Tipuan...*

Kalo kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu
akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis
film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup
kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan
kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata
dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk
kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di
masa lalu.

Porn Movie tidak lebih dari Sex Palsu dan Tipuan Kamera. *Percayalah…….!

No comments: