8.29.2008

Mengampuni Diri Sendiri

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 28 Agustus 2008
Bacaan : 2 Samuel 12:13-24
Setahun: Yeremia 26-28
Nats: Sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah
aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya,
tetapi ia tidak akan kembali kepadaku (2Samuel 12:23)

Judul:
MENGAMPUNI DIRI SENDIRI

Setelah David dan istrinya selesai makan pagi, mereka bersiap pergi.
Adriana, putri mereka yang baru berusia 2,5 tahun mengikuti ibunya ke
kamar. David memanaskan mobil di garasi. Setelah semua siap, ia
memundurkan mobil. Tiba-tiba roda mobil melindas sesuatu. David turun
dan kaget bukan main. Ia telah melindas Adriana! Anak itu rupanya
berjalan keluar garasi tanpa diawasi, lalu terlindas dan tewas
seketika. David dan istrinya diliputi rasa bersalah luar biasa. Sulit
mengampuni diri sendiri. Pikirnya, "Adriana mati karena kecerobohan
kami!"

Raja Daud pernah dihinggapi rasa bersalah serupa. Akibat dosa
berzinah dengan Batsyeba, Tuhan menulahi bayi mereka hingga sakit.
Daud berusaha keras memohon belas kasihan Tuhan, agar anak itu bisa
tetap hidup. Tujuh hari ia berpuasa dan berbaring di tanah. Namun
akhirnya anak itu tetap mati! (ayat 18). Semua ini gara-gara ulahnya.
Hati Daud pasti dihantui rasa bersalah. Uniknya, setelah kematian
anaknya, ia kembali mau makan dan melanjutkan hidup seperti biasa
(ayat 20). Daud tak membiarkan diri dikuasai rasa bersalah. Ia sadar,
jika suatu hal tak bisa lagi diubah, kita harus menerima kenyataan,
seberapapun pahitnya. Berdamai dengan diri sendiri, berbenah diri,
dan melanjutkan hidup ke depan. Itu lebih sehat ketimbang terjebak di
masa lalu.

Adakah rasa bersalah yang masih menghantui hidup Anda? Seringkah Anda
berkata, "Seandainya aku melakukan ini, itu pasti tak akan terjadi"?
Berhentilah hidup dalam penyesalan. Tuhan telah mengampuni kesalahan
Anda. Jadi Anda pun harus mengampuni diri sendiri -JTI

RASA BERSALAH YANG TIDAK DISELESAIKAN
BAGAI RACUN YANG MEMATIKAN


2 Samuel 12:13-24

13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa
kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah
menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah
sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan
mati."
15. Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi
anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia
berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam,
semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.
17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk
meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak
makan bersama-sama dengan mereka.
18 Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai
Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati.
Sebab mereka berkata: "Ketika anak itu masih hidup, kita telah
berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita.
Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati?
Jangan-jangan ia mencelakakan diri!"
19 Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya
berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu
Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak
itu?" Jawab mereka: "Sudah."
20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan
bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud
menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas
permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.
21 Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal
yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu,
engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati,
engkau bangun dan makan!"
22 Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis,
karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak
itu tetap hidup.
23 Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa?
Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi
kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."
24 Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia
menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu
melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo
kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini



e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

No comments: