11.19.2008

Makanan Busuk

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 19 November 2008
Bacaan : Bilangan 13:25-33; 14:1-10
Setahun: Roma 1-3
Nats: Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar yang baik
menyegarkan tulang (Amsal 15:30)

Judul:
MAKANAN BUSUK

Dunia kita adalah dunia berita. Kabar bertebaran setiap hari. Lewat
koran, tayangan televisi, situs internet, papan iklan, majalah,
tabloid, dan penyampaian dari mulut ke mulut. Melalui kata, suara,
gerak, gambar dan warna. Sayang, sedikit saja yang netral. Lebih
banyak berita yang tersebar mengusung kepentingan-kepentingan dagang
atau politik. Dan, masyarakat adalah sasarannya.

Menjelang masuk ke Kanaan, umat Israel terpengaruh oleh kabar yang
dibawa oleh para pengintai utusan Musa. Sebagian besar pengintai
membawa kabar miring, sehingga umat menjadi takut. Berita yang mereka
sampaikan bernada negatif dan umat menjadi korbannya. Ibarat makanan,
mereka membawa "makanan busuk" yang bikin "diare". Umat Israel jadi
resah, takut, panik, lalu memberontak. Syukurlah, di antara para
pengintai itu ada Yosua dan Kaleb. Mereka tampil menyampaikan berita
yang membesarkan hati. Menghantar "makanan sehat" dengan "gizi" iman
yang tinggi. Mengajak umat untuk berpaling kepada Tuhan dan bersandar
penuh kepada-Nya.

Penelitian di negeri kita membuktikan bahwa berita yang paling banyak
dikonsumsi masyarakat saat ini adalah infotainment yang gencar
"menjual" gosip kehidupan para selebriti. Kedua, sinetron yang berbau
dunia gaib. Itukah "makanan" kita sehari-hari? Sebagai anak Tuhan,
mari perhatikan "makanan berita" yang kita santap. Saringlah berita
yang kita dengar dan baca. Cermatilah tayangan yang kita tonton.
Jangan menyantap "makanan basi" berupa kabar busuk yang merusak iman
dan moral. Utamakan untuk menyantap "kabar baik" (Injil) sebagai
"nutrisi bergizi" bagi jiwa kita -PAD

KESEHATAN IMAN KITA TERGANTUNG PADA
"MAKANAN" YANG KITA BERIKAN KEPADA JIWA KITA



Bilangan 13:25-33; 14:1-10

25 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari
pengintaian negeri itu,
26. dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat
Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang
kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan
memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu.
27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri,
ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah
susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan
kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah
kami lihat di sana.
29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan
orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut
dan sepanjang tepi sungai Yordan."
30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di
hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki
negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"
31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan
dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena
mereka lebih kuat dari pada kita."
32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk
tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang
telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan
penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah
orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang
berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami
seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."

Bilangan 14:1

1. Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa
itu menangis pada malam itu.
2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun;
dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami
mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!
3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami
tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi
tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"
4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita
mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir."
5. Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah
Israel yang berkumpul di situ.
6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk
orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan
pakaiannya,
7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami
lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.
8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita
masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu
negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah
takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan
habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang
TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."
10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang
itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah
Pertemuan kepada semua orang Israel.




e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

No comments: