11.19.2008

Hanya Bisa Terima

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 18 November 2008
Bacaan : Yeremia 20:7-18
Setahun: Kisah Para Rasul 25-28
Nats: Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan
tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam
hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala,
terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk
menahannya, tetapi aku tidak sanggup (Yeremia 20:9)

Judul:
HANYA BISA TERIMA

Soe Hok Gie adalah tokoh muda penulis buku "Catatan Harian Seorang
Demonstran". Ia meninggal dunia dalam usia 27 tahun di puncak Gunung
Semeru. Riwayat hidupnya pernah dibukukan dan difilmkan. Dalam
puisinya berjudul "Mandalawangi Pangrango", ia menulis demikian:
"Hidup adalah soal keberanian, menghadapi tanda tanya tanpa kita
mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah."

Yah, dalam hidup ini kerap kita tidak dapat memilih. Seumpama
makanan, seolah-olah semuanya sudah disediakan dari "sononya". Kita
hanya bisa "makan" tanpa protes. Kita, misalnya, tidak pernah memilih
untuk terbaring sakit, melahirkan anak yang dengan kebutuhan khusus,
menjalani kehidupan yang tidak kita inginkan. Kita hanya bisa
menerimanya.

Pergumulan itu juga dialami Yeremia. Ia tidak pernah memilih menjadi
nabi (ayat 7). Bahkan, sebetulnya ia ingin menolak jabatan itu. Namun
kenyataannya, ia tak dapat mengelak (ayat 9). Keadaan itu membuatnya
merasa tertekan dan terus didera peperangan batin. Sampai-sampai ia
berkata, "Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan
diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!" (ayat 14)

Ketika menghadapi situasi demikian, tak ada cara lain yang lebih
tepat selain menerimanya dengan rela. Kalaupun kita terus
memberontak, tidak akan ada gunanya; hanya melelahkan bahkan menambah
masalah baru. Ketika kita tak dapat mengubah keadaan di luar, yang
bisa kita lakukan adalah mengubah sikap dan pandangan kita terhadap
keadaan itu. Kuncinya ada pada keyakinan bahwa hidup kita selalu
dalam kendali kasih dan kuasa Tuhan -AYA

BERDAMAI DENGAN KENYATAAN ITU INDAH



Yeremia 20:7-18

7. Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah
membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau
menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari,
semuanya mereka mengolok-olokkan aku.
8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak,
terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah
menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.
9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia
dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam
hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung
dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya,
tetapi aku tidak sanggup.
10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang
dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!"
Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung
jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita
dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita
terhadap dia!"
11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah,
sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan
mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu
sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang
selama-lamanya tidak terlupakan!
12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang
melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu
terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah
melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang
berbuat jahat.
14. Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan
diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!
15 Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapaku dengan
mengatakan: "Seorang anak laki-laki telah dilahirkan bagimu!"
yang membuat dia bersukacita dengan sangat.
16 Terjadilah kepada hari itu seperti kepada kota-kota yang
ditunggangbalikkan TUHAN tanpa belas kasihan! Didengarnyalah
kiranya teriakan pada waktu pagi dan hiruk-pikuk pada waktu
tengah hari!
17 Karena hari itu tidak membunuh aku selagi di kandungan,
sehingga ibuku menjadi kuburanku, dan ia mengandung untuk
selamanya!
18 Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat
kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam
malu?


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

No comments: