Showing posts with label Mario Teguh Docs. Show all posts
Showing posts with label Mario Teguh Docs. Show all posts

8.25.2009

ORANG BODOH VS ORANG PINTAR

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh..
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi
kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.


PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana
antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??


KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh..
Kata kunci nya adalah 'resiko' dan 'berusaha',
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...

Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk
merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi...


Stay Super.....



Salam,
Mario Teguh....

Dusta Putih



Kejujuran adalah sebuah kesaktian,
yang tidak bisa menetap dalam diri yang tidak kuat.

Sehingga, jika Anda ingin menjadi pribadi yang sakti dalam kehidupan yang modern ini, ikhlaskanlah diri Anda untuk setia kepada kebaikan.

Kejujuran adalah kesetiaan kepada kebaikan .

Maka, sebagai pribadi yang jujur, anjurannya kepada kita – Anda dan saya, adalah berpikirlah jujur, rasakanlah yang jujur, dan bertindaklah yang jujur.

Ingatlah selalu, bahwa

Dusta selalu melukai, walaupun dilakukan untuk kebaikan.

Jika tidak melukai yang berdusta, ia akan melukai penerima dusta, atau melukai yang menyaksikan.

Karena sebetulnya,

Berdusta adalah tindakan mencabik kulit wajah,
dan mandi lumpur kotor yang meredupkan cahaya hati.

Dan bagi dia yang sedang hidup dalam kesalahan, dia harus memperbaiki yang diyakininya.

Ingatlah bahwa

Semua kesalahan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dilakukannya itu benar.

Tetapi, jika yang diyakininya itu benar, mengapakah hidupnya penuh dengan kesalahan yang melemahkannya?

Dan kepada dia yang belum ramah kepada kejujuran, inilah anjuran Anda kepadanya:

Maka terimalah ini sebagai penyelamat bagi yang kau yakini, bahwa

Kejujuran adalah ketepatan.

Pribadi yang jujur telah menghadap ke arah yang tepat.
Saat dia menolak berpikir, bersikap, dan berlaku tidak jujur – dia sudah berada dalam perjalanan yang tepat.

Dengannya, orang yang jujur hidup dalam ketepatan.

Dan yang tidak jujur, hidupnya salah.

Maka berlakulah jujur.
Jadilah orang yang baik.

Agar mudah bagimu untuk hidup dalam kebaikan.

Apakah yang kau harapkan akan kau dapat dari sedikit keburukan yang masih kau pertahankan itu?

Maka,

Jadilah pribadi yang bersih.

Bersihkanlah pikiranmu.
Bersihkanlah hatimu.
Bersihkanlah perilakumu

Hanya dengannya engkau akan membersihkan kehidupanmu
Hanya dengan demikian hidupmu akan menjadi indah

Apakah engkau tidak merindukan keindahan bagi hidupmu?

Bukankah engkau sebetulnya telah letih karena tawar menawar dengan kebaikan yang hanya menjadikanmu pribadi yang tidak damai?

Bukankah ada suara kecil di celah-celah hatimu yang setia mengingatkanmu bahwa engkau berperan bagi kelahiran masalah-masalahmu sendiri?

Mengapakah engkau masih bertahan melakukan yang telah kau ketahui tidak akan memuliakanmu?

Maka tetapkanlah ini sebagai pengetahuanmu, bahwa

Kebaikan itu jernih dan ada.
Dan kejujuran adalah kesetiaan kepada kebaikan.

Jika engkau telah menerima keberadaan kebaikan,
tetapi menolak menggunakannya sebagai pembangun
istana kehidupanmu,
engkau akan dibiarkan melaju dalam jalanmu,
yang kemudian terbukti bukan sebuah jalan.

Bukankah telah sering engkau berlaku seperti orang yang berjalan wajar
menabrak dinding kaca yang tebal beningnya?

Dan dari semua hal yang mencandui dan merusak kebaikanmu,
kebohongan adalah yang terkuat.

Seseorang yang kecanduan berbohong,
akan bahkan berupaya membohongi Tuhan.

Dan ketahuilah bahwa dusta selalu melukai,
walaupun dilakukan untuk kebaikan.
Jika tidak melukai yang berdusta, ia akan melukai
penerima dusta, atau melukai yang menyaksikan.

Sahabat-sahabat saya yang mulia hatinya,

Marilah kita menjadi pribadi yang berpikir baik, bersikap baik, dan berlaku baik -
agar lebih banyak lagi orang yang tertarik untuk menjadi pribadi-pribadi
yang memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.

Marilah kita menjadi contoh dari perubahan yang selama ini kita harapkan terjadi di lingkungan kita.

Mudah-mudahan Ramadhan yang suci ini menjadi pemulia bagi jiwa-jiwa yang menjadi lebih penurut kepada harapan-harapan Tuhan.

Dan itu berlaku bagi semua dari kita, baik yang melaksanakan ibadah puasa atau yang tidak.

Jika kita ingin Tuhan menuruti permintaan-permintaan kita, cobalah untuk menjadi lebih penurut kepada Tuhan.

Marilah kita berlaku saling mengasihi dan menyayangi kepada satu sama lain.

Salam sayang untuk keluarga Anda tercinta dari Ibu Linna dan saya.

Mario Teguh

7.29.2009

Kelemahan adl Kekuatan

Kelemahan adl Kekuatan Yg Blm Ditemukan Kegunaannya

Sahabat Indonesia yang super,

Semoga Golden Moment kita mengenai salah satu bahasan dalam MTGW – Karir Beracun ini mendapati Anda dan keluarga tercinta sedang berada dalam kesehatan dan kebahagiaan yang mengindahkan kehidupan Anda.

Ibu Linna, rekan-rekan, dan saya – baru kembali tadi malam dari Jeddah, setelah menyelesaikan 9 hari prosesi ibadah Umrah kami dari Madinah dan Mekkah.

Rasa lelah kami tidak berarti apa pun dibandingkan dengan pencerahan, kelapangan, dan keindahan di hati yang menjadi hidangan utama di Rumah Tuhan, dan belum lagi hadiah kepulangan yang lebih banyak daripada yang bisa ditampung dalam container sebesar apa pun.

Mudah-mudahan saya dapat menyusunkan beberapa Golden Moments yang mendekati keindahan yang diluberkan kepada kami sebagai tamu yang datang memenuhi panggilan Tuhan, untuk penikmatan di ruang keluarga kita yang ramah dan saling memuliakan ini.

Kami sangat berterima-kasih atas doa-doa dan harapan baik rekan-rekan, dan telah memintakan dengan sangat serius kepada Tuhan agar para sahabat yang telah merindukan kehadiran di Tanah Suci segera dikirimkan undangan yang meneroboskan Anda melalui semua halangan, untuk hadir dan dimanjakan dengan kasih sayang yang tidak akan bisa dirasakan kecuali dengan kehadiran pribadi kita di sana.

………..

Mario Teguh Golden Moment
KELEMAHAN ADALAH KEKUATAN YANG BELUM DITEMUKAN KEGUNAANNYA

Mungkin ada lebih banyak orang yang mengeluhkan kelemahan daripada yang mensyukuri kekuatan, yang sebetulnya ada bersama kita sebagai bekal dari kelahiran kita.

Dan tidak sedikit juga orang yang justru mengaju-ajukan daftar kelemahannya sebagai penjelasan bagi kelambanan dan kegagalan hidupnya. Seolah-olah wajar baginya jika dia gagal, karena dia hanya dikaruniai kelemahan.

Padahal, semua orang yang berhasil adalah pribadi-pribadi yang dirundung kelemahan yang sama, tetapi memilih untuk bersikap, berpikir, dan bertindak melampaui semua kelemahan mereka.

Mereka tidak mengeluhkan kelemahan. Mereka memulai semua perekatan kekuatan pada diri mereka melalui penggunaan dari kelemahan apa pun yang mereka miliki.

Bagi yang tidak memiliki kekuatan, kelemahan adalah kekuatan terbaiknya.

Maka ini yang saya nasehatkan kepada yang lebih muda dari saya:

Janganlah menyalahkan apa pun untuk menutupi kelemahan Anda.

Menyalahkan kekurangan-kekurangan Anda, tidak akan mengurangi sifat dari kekurangan itu.

Berhentilah mengeluhkan kelemahan-kelemahan Anda, dan berfokuslah menemukan kegunaan dari kelemahan Anda.

Segera setelah kelemahan Anda menemukan kegunaannya yang menguntungkan orang lain dan diri Anda sendiri, ia menjadi kekuatan Anda.

Ada kekuatan besar di dalam diri Anda yang belum dikenali dan belum menerima perhatian yang baik. Dan kualitas tersembunyi dalam diri Anda itu akan mulai mengambil bentuknya yang lebih kuat, saat Anda menggunakannya sebagai sebab bagi kebaikan dan kemajuan Anda.

Maka,

Janganlah mengharap yang tidak Anda sebabkan bagi diri Anda sendiri.

Alihkanlah tenaga Anda dari mengeluhkan kelemahan, kepada menginginkan kekuatan.

Bagi yang sedang mengeluhkan kelemahan, janganlah berdoa bagi kemudahan. Tetapi berdoalah bagi kekuatan.

Janganlah hanya berdoa bagi pekerjaan yang sesuai dengan kekuatan kita. Karena jika kekuatan kita saat ini masih kecil, kita hanya akan mendapatkan pekerjaan yang kecil.

Maka marilah kita berdoa bagi kekuatan yang sesuai bagi kebesaran yang kita inginkan.

………..

Sahabat-sahabat saya yang terkasih,

Itu dulu yang bisa saya sampaikan saat ini.

Ikhlaskanlah ini di hati Anda, bahwa

Anda adalah kekasih Tuhan.
Dan tidak ada yang tidak akan dilakukan Tuhan untuk kekasihnya.

Maka,

Inginkanlah yang besar,
mintalah yang besar,
pantaskanlah diri menjadi orang besar,
dan
bersyukurlah sebagai orang yang besar.

Sampai nanti ya?

Salam sayang dari kami untuk keluarga Anda yang tercinta.

Linna & Mario Teguh

7.03.2009

DUNIA INI TIDAK ADIL, TETAPI MASIH BISA NEGOSIASI

Mohon Anda perhatikan, bahwa:

Kita sering mengeluhkan ketidak-adilan dunia, tanpa menyadari bahwa kita sebetulnya masih bisa bernegosiasi untuk mencapai yang telah lama menjadi hak kelahiran kita.

Sebetulnya kita tidak memerlukan penggantian keadaan atau karir untuk mencapai hasil yang lebih baik, jika kita bersedia menjadikan diri kita pribadi yang mudah disetujui.

Cara paling sederhana untuk memperbaiki tingkat hasil dalam kehidupan kita adalah dengan memperbaiki cara kita berbicara dengan orang lain.

Tanpa disadari, banyak orang berbicara dengan cara-cara yang justru membuat orang lain meragukan apa pun yang sedang diajukan atau dijualnya. Dan bahkan, tidak sedikit orang yang berbicara - justru dengan cara yang ‘menganjurkan’ orang lain untuk menolak dirinya sendiri.

Maka anjurannya kepada kita adalah:

Berbicaralah dengan santun, tidak perlu keras, dan pastikan jelas. Suara yang lembut dengan argumentasi yang kuat, akan terdengar ribuan kilometer jauhnya.

………..

Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya,

Mudah-mudahan rekan-rekan menikmati MTGW dengan format skill-targeted, yang masih akan kita lanjutkan dengan topik-topik praktis yang penting bagi keefektifan kita sebagai insan ekonomi dan sosial.

Kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan berlaku ramah dan setia kepada Anda yang berpribadi mudah disetujui.

6.21.2009

Golden Moments

MTGM - EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN - Part Two

Mario Teguh Golden Moment

MTGM - EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN - Part Two

MEYAKINI YANG SALAH.

SEMUA KESALAHAN DILAKUKAN DENGAN KEYAKINAN BAHWA YANG DILAKUKANNYA ADALAH SESUATU YANG BENAR.

Pribadi berkualitas emas yang meyakini sesuatu yang salah, akan menjadi pribadi yang diperlakukan seperti kuningan.


Rekan-rekan Super Members dan Super Fans yang terkasih,

Berikut adalah Golden Moment sederhana yang saya susunkan untuk Anda mengenai kebutuhan kita semua untuk hidup dalam kebaikan yang kita yakini.

Mudah-mudahan dalam pemikiran kita bersama kali ini, Tuhan berkenan menyisipkan kekuatan yang memindahkan kita ke kehidupan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang sepanjang hidup kita dan hidup keturunan kita yang tercinta.

...........

Ada suara di belakang sana yang bertanya:

Tetapi, bagaimana dengan mereka yang sudah lama menjadi orang baik, tetapi yang hidupnya juga sudah lama belum baik?

Untuk itu, marilah kita kembali ke kalimat di MT Golden Moment – EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN – Part One, bahwa Seseorang disebut baik karena dia meyakini yang baik dan hidup dalam kebaikan yang diyakininya.

Sekarang, mohon Anda ikuti alur pikiran ini.

Semua kesalahan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dilakukan adalah sesuatu yang benar.

Dengannya, kata ’menyesal’ adalah ungkapan kesadaran kita bahwa yang tadinya kita yakini benar adalah ternyata sebuah kesalahan yang menggagalkan rencana, yang melambatkan kemajuan, atau bahkan yang menurunkan dan merendahkan kita.

Sehingga, orang yang sering menyesal, akan tetap sering menyesal, jika dia tidak memperbaiki caranya dalam memilih sesuatu untuk diyakini.

Bukankah hampir semua masalah kita sekarang bersumber dari rencana-rencana yang kita yakini sebagai yang pasti berhasil, tetapi yang kemudian ternyata meleset?

Sesungguhnya, keyakinan yang kuat akan menghasilkan kehidupan yang kuat. Apa pun tingkat dan kualitas pikiran, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kita – penggunaan dari semua itu ditentukan oleh yang kita yakini.

Maka janganlah pernah lupa, bahwa

Yang kita yakini menentukan penggunaan dari semua kemampuan kita.

Semakin kita yakin, semakin kuat kita menggunakan semangat, pikiran, dan tindakan kita bagi pencapaian dari yang kita yakini itu.

Tetapi, mohon juga Anda sadari bahwa yang Anda yakini itu sangat kuat dalam memperkuat DAN memperlemah. Jika yang Anda yakini tidak menjadikan Anda pribadi yang kuat, maka pasti dia akan menjadikan Anda pribadi yang lemah.

Maka berhati-hatilah dalam menyikapi sesuatu untuk Anda yakini atau Anda tolak.

Janganlah kita mengira bahwa orang-orang yang lemah hidupnya itu tidak memiliki keyakinan yang kuat. Justru mereka sangat kuat – dan bahkan sangat berani, untuk menggunakan semua kekuatan mereka melawan kerinduan hati mereka untuk menjadi pribadi yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang.

Perhatikanlah ini. Siapa pun yang bangun tidur dengan keinginan yang kuat untuk kembali tidur, berangkat bekerja dengan kerinduan yang kuat untuk pulang, dan bekerja dengan kesigapan yang kuat untuk beristirahat, adalah orang yang keyakinannya melemahkannya.

Meyakini sesuatu yang salah, akan menyebabkan kita menggunakan seluruh kekuatan kita untuk sesuatu yang tidak akan menghasilkan.

Dengannya, seseorang yang tidak memeriksa dan memperbaiki ketepatan dari yang diyakininya, dia akan hidup dalam kelemahan, seberapa lama pun dia berencana hidup.

Sehingga jika seseorang hidup dalam kelemahan, dia harus mengikhlaskan dirinya untuk mendengarkan lagi pendapat-pendapat yang selama ini ditolaknya, mengulangi pelajaran yang dulu ditelantarkannya, dan belajar untuk ikhlas menerima bahwa mereka yang lebih berhasil dari dirinya – pasti telah melakukan sesuatu dengan lebih baik.

Tidakkah dia pernah memikirkan, jika dia demikian benar, mengapakah hidupnya belum baik?

Seharusnya dia menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Mengapakah pendapat-pendapat yang dipertahankannya selama ini tidak membelanya dari kelemahan dan kelambanan hidup? Mengapakah mereka yang disalahkan dan dicemoohnya itu – hidup dalam kesejahteraan dan kebahagiaan, dan bahkan ada dari mereka yang hidupnya cemerlang dan mencerahkan kehidupan orang lain?

Mengapakah jika dia demikian benar, hidupnya belum baik?

Sahabat-sahabat saya yang terkasih,

Seseorang tidak harus lebih hebat daripada kita untuk menjadi lebih berhasil daripada kita. Dia hanya diperlukan untuk meyakini yang lebih tepat daripada yang kita yakini, dan menggunakan keyakinannya sebagai tenaga bagi pekerjaan dan pengembangan pribadinya.

Seseorang dengan latar belakang yang lemah dan serba kekurangan, akan menjadi pribadi yang cemerlang jika dia meyakini:

bahwa Keberhasilan berpihak kepada yang berupaya ,

bahwa Upaya yang baik adalah pengubah nasib ,

bahwa Keajaiban berpihak kepada yang berani ,

dan

bahwa Orang yang memuliakan kehidupan akan dimuliakan .

Maka perhatikanlah bahwa,

Yang kita yakini, menentukan penggunaan atau penelantaran dari apa pun yang kita miliki.

Dan janganlah kita menjadi orang pertama yang menelantarkan diri sendiri, hanya karena rendahnya keyakinan diri kepada hak kelahiran kita untuk menjadi pribadi yang kuat, yang damai, dan yang mandiri.

Semua petunjuk yang diturunkan dan yang diajarkan kepada yang hidup sebelum kelahiran kita, dan yang diteruskan pengajarannya dalam kehidupan kita, adalah agar kita tidak menjadi pribadi yang menjauhi haknya untuk berhasil.

Keberhasilan adalah hak kelahiran Anda.

Anda adalah kekasih Tuhan. Maka apa lagi kah yang dirindukan-Nya, selain kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan hidup Anda?

Perhatikanlah bagaimana semua kesalahan dan kegagalan Anda selama ini hanya menunjukkan dan menuju ke satu hal, yaitu keharusan untuk memperbaiki diri.

Dan perhatikanlah bagaimana semua keberhasilan Anda menuntun dan membimbing Anda kepada keberhasilan yang lebih besar.

Tetapi, apakah yang telah sering membuat kita sampai hati mengabaikan uluran kasih sayang Tuhan yang se-Pengasih itu, sehingga tidak melihat petunjuk untuk keluar dari kesulitan, dan lebih senang mengasihani diri sendiri karena dirundung kesulitan?

Bukankah telah banyak orang yang dirundung oleh kesulitan yang bahkan lebih besar, tetapi kemudian menjadi pribadi yang berjaya?

Maka bagi sahabat-sahabat saya yang lebih muda,

Perbaikilah pendekatan Anda dalam menganggap sesuatu itu penting atau tidak, perbaruilah cara Anda dalam menyukai atau menghindari sesuatu, segarkanlah sikap Anda dalam mensahabatkan diri atau menjauhi pergaulan, dan jernihkanlah pikiran Anda dalam mengerti yang apa yang diharapkan oleh Tuhan untuk Anda lakukan atau Anda hindari.

Yakinilah yang benar, lalu bekerja keras-lah dalam keyakinan itu untuk menjadikan diri Anda bermanfaat bagi banyak orang.

Ikhlaskanlah diri Anda untuk selalu memeriksa ketepatan dari yang Anda yakini, dan ketepatan Anda dalam menggunakan yang Anda yakini sebagai tenaga bagi kehidupan Anda.

Pribadi berkualitas emas yang meyakini sesuatu yang salah, akan menjadi pribadi yang diperlakukan seperti kuningan.

Ingatlah, bahwa emas yang salah taruh – akan diperlakukan seperti kuningan.

………..

Sahabat-sahabat saya yang terkasih,

sampai di sini dulu ya?

Jika Anda masih tertarik untuk membaca MT Golden Moment berikutnya, MTGM – EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN - Part Three, saya mohon Anda berkenan untuk inform saya ya?.

Mohon Anda ingat, bahwa

Cara Anda memperlakukan diri Anda, adalah pemberitahuan kepada orang lain mengenai bagaimana mereka harus memperlakukan Anda.

Sampai nanti.

Terima kasih dan salam sayang dari kami untuk keluarga tercinta.

Linna & Mario Teguh

MTGM - EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN - Part One

Mario Teguh Golden Moment

MTGM - EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN - Part One

MENGAPAKAH ADA ORANG BAIK YANG HIDUPNYA BELUM BAIK?

...........



Rekan-rekan Super Members dan Super Fans yang terkasih,

Berikut adalah Golden Moment kita mengenai kebutuhan kita semua untuk hidup dalam kebaikan yang kita yakini.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

...........

Marilah kita mulai perbincangan kita kali ini dengan satu pertanyaan:

Mengapakah ada orang baik yang hidupnya belum baik?

Seseorang disebut baik karena dia meyakini yang baik dan hidup dalam kebaikan yang diyakininya.

Sehingga, seseorang tidak bisa disebut sebagai orang baik, jika dia meyakini yang baik, tetapi melakukan yang tidak baik. Dia cepat menyatakan dirinya orang baik, tetapi juga cepat untuk berlaku tidak jujur saat merasa aman untuk tidak jujur.

Kebaikan itu sederhana dan berani.

Yang sederhana, seharusnya sederhana juga untuk dilaksanakan, dan kemudian berhasil.

Tetapi ketidak-ikhlasan kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita lakukan – kepada Tuhan, dan ketidak-sediaan kita untuk melakukan yang terbaik dari yang bisa kita lakukan, menghasilkan kehidupan yang seharusnya sederhana menjadi kompleks dan penuh kegentingan.

Kebaikan itu sederhana dan berani.

Jika kita telah seutuhnya mengikhlaskan diri kepada kebaikan, maka kita akan sangat berani. Hukum kebaikan adalah melakukan yang baik dan menghindari yang buruk. Maka mengapakah ada orang yang masih ragu untuk berlaku baik, dan tidak berani menghindari yang buruk?

Janganlah mengikuti orang yang salah pikir, yang mengira bahwa dia akan mendapat kebaikan dari menghindari kebaikan dan dari melakukan keburukan.

Maka jangan sampai kita ditanya, “apakah engkau tidak berpikir?”

Jika ada orang muda yang shalih, kita harus mensyukuri bahwa dia telah mengikhlaskan dirinya kepada kebaikan, karena banyak sekali orang yang masih bernegosiasi dan meminta penundaan agar mereka tidak harus berlaku baik sekarang.

Banyak dari mereka merasa bahwa berlaku baik sekarang adalah kerugian, karena masa muda adalah masa untuk hidup dalam kebebasan, dan kebaikan hanya untuk orang yang sudah mulai menua.

Lalu, apakah kebebasan yang mereka maksud adalah kebebasan untuk tidak menjadi orang baik?

Dengan pengertian seperti itu, mereka akan bersikap dan berlaku santai, dan tidak membangun nilai pribadi yang akan menjadikan mereka pribadi yang dibayar mahal dan dihargai tinggi di masa depan.

Mereka tidak menyadari bahwa yang tidak bekerja keras semasa muda, akan dipaksa bekerja keras di masa tua. Itu bukan hanya kemungkinan, tetapi keniscayaan yang sedang terbukti di sekitar kita.

Nah, bagaimana jika orang yang kita sebut sebagai orang baik itu – yang hidupnya belum baik itu, adalah orang yang tadinya menelantarkan masa mudanya?

Mungkin ini penjelasannya …, bahwa rasa frustrasi-nya hari ini adalah masa penyesuaian diri bagi mereka yang baru saja menjadi orang baik.

Maka orang baik, yang hidupnya belum baik, adalah mungkin orang-orang yang sedang dengan penuh kasih diminta untuk mengutuhkan kebaikannya.

Jika kita mengatakan yang baik, maka lakukanlah yang baik, dan hindarilah yang buruk.

Jika kita orang baik, ikhlaskanlah diri kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita kerjakan – kepada Tuhan, dan mengambil tanggung jawab penuh atas yang bisa kita kerjakan.

Janganlah berserah tetapi masih tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan yang sudah kita serahkan kepada Tuhan.

Janganlah juga berani, tetapi mengandalkan kekuatan kepada yang selain Tuhan.

Kita, orang-orang yang baik ini, adalah orang yang meyakini bahwa tidak akan ada yang terjadi, tanpa ijin dari Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya pemilik kekuatan. Sehingga, jika ada sesuatu terlaksana dengan kekuatan, itu pasti terlaksana karena ijin Tuhan.

Maka marilah kita mengikhlaskan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Kerjakanlah apa yang harus Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya niat dan dengan sebaik-baiknya cara.

Yang kita lakukan bisa saja tidak tepat, kecil, atau tidak bernilai bagi orang lain; tetapi Tuhan sangat berwenang untuk menjadikan kita pribadi yang berhasil – melalui apa pun yang kita kerjakan.

Hanya kebaikan yang membaikkan.

Maka marilah kita meyakini yang baik, dan hidup dalam kebaikan yang kita yakini.

Dan ketahuilah, bahwa anggukan kecil di hati itu, adalah tanda dari kesungguhan Anda, yang mengundang senyum Tuhan untuk merahmati kebaikan dalam keyakinan dan dalam pekerjaan Anda.

………..

Sahabat-sahabat saya yang terkasih,

Itu dulu ya?

Jika Anda masih tertarik untuk membaca MT Golden Moment berikutnya, MTGM – EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN - Part Two, saya mohon Anda berkenan untuk menyampaikannya kepada saya.

Tidak ada niat Tuhan kecuali untuk melihat kita hidup dalam keindahan dari kebaikan. Maka belajarlah untuk lebih menurut.

Sampai nanti.

Terima kasih dan salam sayang dari kami untuk keluarga tercinta.

Linna & Mario Teguh