PRODUSER: Alexander Yves Brunner, Bob Yari. SUTRADARA: Joel Bergvall, Simon Sandquist. GENRE: Drama/Misteri. PEMAIN: Sarah Michelle Gellar, Lee Pace, Michael Landes.
Alkisah hiduplah sepasang suami istri, Jess dan Ryan, yang mempunyai kehidupan harmonis meski belum dikaruniai seorang anak. Ryan begitu tulus mencintai Jess, sehingga tak pernah kehilangan cara untuk memperlakukan istri tercintanya itu dengan perlakuan istimewa dan romantis.
Sayang, kehidupan mereka terganggu lantaran Roman, adik Ryan yang tinggal bersama mereka, kerap berprilaku kasar dan cenderung mengganggung privasi mereka. Hingga suatu hari, Jess meminta Ryan untuk mengusir Roman dari rumah mereka. Celakanya, pembicaraannya itu didengar Roman. Ia pun memutuskan untuk merencanakan sesuatu yang jahat.
Ketika Roman pergi dari rumah, Jess merasa ada sesuatu yang tak beres. Ia lantas meminta Ryan untuk mengejar Roman. Aksi kejar-kejaran di jalan pun tak terhindari. Sial, keduanya terlibat kecelakaan berat.
Akibat kecelakaan itu, Ryan da Roman mengalami kritis. Hidupnya kini tergantung dengan mesin penunjang hidup. Menurut dokter, keadaan Ryan hampir dipastikan tak bisa bangun dari sadarnya. Jess tetap berharap suatu hari suaminya bisa bangun dari koma.
Berharap sang suami pulih, Jess justru mendapati Roman yang terbangun dari koma. Anehnya, Roman justru langsung mencari Jess. Semua kenangan tentang Jess bersama Ryan, diceritakan Roman begitu rinci. Awalnya, Jess curiga ini hanya rekayasa Roman agar ia bisa dekat dengan Jess. Lambat laun, Jess mulai memercayai bahwa dalam Roman adalah reinkarnasi Ryan.
Untuk memastikan kebenarannya, Jess bahkan sempat memanggil kekasih Roman, Casey, untuk menemaninya. Casey sempat dibuat kesal dengan sikap Roman, yang seolah-olah tak mengenalnya beserta memori yang pernah mereka jalani bersama.
Ketika pulang ke rumah Jess, Roman kembali mendekati Jess dengan segala memori tentang Ryan. Hingga secuil kenangan yang seharusnya orang lain tak mengetahuinya, Roman bisa mengetahuinya. Akhirnya Jess pun jatuh cinta kepada Roman hingga ia positif hamil.
Tapi benarkah Roman merupakan reinkarnasi Ryan, yang mencintainya begitu tulus? Ataukah ini hanya akal-akalan Roman agar ia bisa mendekati Jess?
Saksikan film drara romantis yang dibesut secara apik oleh sutradara Joel Bergvall dan Simon Sandquist ini. Bagi penonton yang kangen akan penampilan Sarah Michelle Gellar, inilah film terbaru dari aktris yang pamornya naik sejak membintangi film horor The Grudge.
Dua aktor yang mendamping Sarah, yaitu Lee Pace dan Michael Landes, mampu bermain sesuai porsi masing-masing. Terlebih Lee yang berperan sebagai Roman. Pria kelahiran Oklahoma ini, mampu menampilkan akting gemilang ketika harus memerankan sosok Roman yang bengis dan kasar, hingga ia harus mengadopsi sosok Ryan yang lembut dan romantis.
Showing posts with label Movies. Show all posts
Showing posts with label Movies. Show all posts
6.23.2010
6.13.2010
Agora, Kisah Perempuan Yang Haus Pengetahuan
Agora adalah nama sebuah kota di Alexandria, bagian utara Mesir, yang diduduki umat Kristiani. Konon saat itu (pada abad ke-4 setelah Masehi), umat Kristiani gagal menjalankan apa yang dikatakan firman Tuhan di Alkitab. Hal ini dikarenakan arogansi kaum Kristiani yang merasa paling benar. Banyak kaum minoritas seperti orang Yahudi dan kaum intelektual yang prinsipnya bertentangan dengan mereka, dibantai secara massal.
Cerita dihidupkan melalui peran Hypatia (Rachel Weisz) yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan. Ia berusaha keras ingin memecahkan misteri bagaimana sebenarnya posisi matahari dan bumi. Namun, prinsipnya yang begitu memuja ilmu pengetahuan dan tidak sejalan dengan kaum Kristiani membawanya ke dalam situasi marabahaya. Bahkan posisinya, sebagai
wanita yang dikasihi Orestes(Oscar Isaac), tokoh politisi yang berpengaruh di kota Agora, tak dapat menolong Hypatia keluar dari situasi tersebut. Bagaimanakah akhir perjalanan hidup Hypatia? Berhasilkah ia menemukan misteri alam tersebut?
'Agora' merupakan film kolosal produksi Spanyol dengan anggaran terbesar mencapai US$ 70 juta. Anggaran besar ini karena produser harus membangun set kota Agora yang megah di Kepulauan Malta.
Rachel Weisz berhasil menghidupkan peran Hypatia sebagai tokoh wanita ahli matematika dan astronomi yang berpengaruh terhadap ilmu pengetahuan kita. Walaupun sebenarnya sangat sulit mendapatkan sejarah mengenai Hypatia, namun di tangan sutradara handal Alejandro Amenabar (yang juga menulis skenario), 'Agora' seakan-akan mampu menghidupkan kisah sejarah yang sudah lama berlalu.
Cerita dihidupkan melalui peran Hypatia (Rachel Weisz) yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan. Ia berusaha keras ingin memecahkan misteri bagaimana sebenarnya posisi matahari dan bumi. Namun, prinsipnya yang begitu memuja ilmu pengetahuan dan tidak sejalan dengan kaum Kristiani membawanya ke dalam situasi marabahaya. Bahkan posisinya, sebagai
wanita yang dikasihi Orestes(Oscar Isaac), tokoh politisi yang berpengaruh di kota Agora, tak dapat menolong Hypatia keluar dari situasi tersebut. Bagaimanakah akhir perjalanan hidup Hypatia? Berhasilkah ia menemukan misteri alam tersebut?
'Agora' merupakan film kolosal produksi Spanyol dengan anggaran terbesar mencapai US$ 70 juta. Anggaran besar ini karena produser harus membangun set kota Agora yang megah di Kepulauan Malta.
Rachel Weisz berhasil menghidupkan peran Hypatia sebagai tokoh wanita ahli matematika dan astronomi yang berpengaruh terhadap ilmu pengetahuan kita. Walaupun sebenarnya sangat sulit mendapatkan sejarah mengenai Hypatia, namun di tangan sutradara handal Alejandro Amenabar (yang juga menulis skenario), 'Agora' seakan-akan mampu menghidupkan kisah sejarah yang sudah lama berlalu.
6.11.2010
The Lovely Bones: Love, Lost & Togetherness
The Lovely Bones' yang diadaptasi dari novel karya Alice Sebold, berkisah tentang Susie Salmon. Susie adalah remaja berusia 14 tahun yang dibunuh oleh tetangganya sendiri pada 6 Desember 1973. Namun, kisah ini tidak menyoroti secara mendalam upaya penyelidikan polisi dalam menemukan pembunuh Susie, tapi kehidupan keluarga Susie yang berusaha bangkit dari kesedihan setelah kepergian puteri sulung mereka.
Keadaan mereka pun diceritakan dari sudut pandang Susie di alam baka. Dari alamnya, Susie melihat ayah dan adiknya yang berusaha mencari pembunuh dirinya, ibunya yang berjuang mati-matian untuk merelakan kepergian Susie, hingga kesedihan Ray, cowok yang ia suka.
Setelah 'King Kong' yang tidak sesukses harapan, Peter Jackson kembali lagi dengan menggarap film yang bisa disebut tidak termasuk dalam list film-film unggulan 2010. Sedikit berbeda dengan film-film Jackson sebelumnya yang full of fantasy, 'The Lovely Bones' berkisah tentang drama keluarga. Tapi tetap saja, bukan Peter Jackson namanya kalau tidak dapat menyelipkan sedikit spesial efek di film ini. Penggambaran dunia 'in between' yang didiami Susie dibuat dengan halus, indah dan penuh dengan metafora. Tidak dapat diragukan memang kemampuan Peter Jackson dalam menempatkan spesial efek dengan tepat tanpa terasa berlebihan sehingga mengganggu jalan cerita.
Akting Saoirse Ronan sebagai Susie Salmon juga tidak dapat dianggap remeh. Ia terpilih memerankan Susie Salmon hanya melalui video audisi yang dikirimkan tanpa ada rapat atau audisi. Hal ini menjadi pembuktian bahwa kualitas aktingnya tidak dapat dipandang sebelah mata.
Meskipun film ini tidak menguras air mata, tapi ada beberapa bagian yang akan membuat kita sedikit berkaca-kaca. Jadi, pastikan ada tisu di tas kita atau baju yang kita pakai bisa menyerap air mata dengan baik.
Sedikit pesan yang berusaha disampaikan oleh Peter Jackson lewat film ini, ketika orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya, tidak ada jalan lain selain bangkit dan melawan kesedihan yang ada. Whatever happen, life must go on.
Keadaan mereka pun diceritakan dari sudut pandang Susie di alam baka. Dari alamnya, Susie melihat ayah dan adiknya yang berusaha mencari pembunuh dirinya, ibunya yang berjuang mati-matian untuk merelakan kepergian Susie, hingga kesedihan Ray, cowok yang ia suka.
Setelah 'King Kong' yang tidak sesukses harapan, Peter Jackson kembali lagi dengan menggarap film yang bisa disebut tidak termasuk dalam list film-film unggulan 2010. Sedikit berbeda dengan film-film Jackson sebelumnya yang full of fantasy, 'The Lovely Bones' berkisah tentang drama keluarga. Tapi tetap saja, bukan Peter Jackson namanya kalau tidak dapat menyelipkan sedikit spesial efek di film ini. Penggambaran dunia 'in between' yang didiami Susie dibuat dengan halus, indah dan penuh dengan metafora. Tidak dapat diragukan memang kemampuan Peter Jackson dalam menempatkan spesial efek dengan tepat tanpa terasa berlebihan sehingga mengganggu jalan cerita.
Akting Saoirse Ronan sebagai Susie Salmon juga tidak dapat dianggap remeh. Ia terpilih memerankan Susie Salmon hanya melalui video audisi yang dikirimkan tanpa ada rapat atau audisi. Hal ini menjadi pembuktian bahwa kualitas aktingnya tidak dapat dipandang sebelah mata.
Meskipun film ini tidak menguras air mata, tapi ada beberapa bagian yang akan membuat kita sedikit berkaca-kaca. Jadi, pastikan ada tisu di tas kita atau baju yang kita pakai bisa menyerap air mata dengan baik.
Sedikit pesan yang berusaha disampaikan oleh Peter Jackson lewat film ini, ketika orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya, tidak ada jalan lain selain bangkit dan melawan kesedihan yang ada. Whatever happen, life must go on.
5.16.2008
EARTH
Film cinta tak mesti berkisah tentang sepasang manusia. Di film 'Earth' penonton akan dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama.
Terjebak dalam rutinitas sehari-hari, kadang-kadang kita lupa memperhatikan sekitar. Boro-boro dunia yang jauh di sana, perubahan yang terjadi di sekitar pun sering luput dari pengamatan.
Walau membawa pesan kepedulian terhadap global warming, jangan kira penonton akan dijejali berbagai pesan yang menggurui atau bahkan menakuti. Film ini membuat penonton jatuh cinta dengan sendirinya pada bumi sehingga muncul kesadaran untuk tetap menjaga keindahannya.
Film ini berkisah tentang migrasi hewan sesuai musim. Ada beruang kutub yang terpaksa berjalan ratusan mil untuk mendapatkan makanan, paus yang terpaksa mengitari separuh bumi untuk bertahan hidup, sampai rombongan gajah yang harus berjalan 3 minggu demi mendapatkan sumber air.
Sepanjang film, penonton tak akan berhenti berdecak dan sesekali tertawa ketika disuguhi akting kocak yang natural dari mahkluk hidup yang ada di bumi. Ada bebek yang belajar terbang sampai kera yang takut basah terkena air.
Film yang mengajak kita keliling dunia sampai ke puncak gunung Everest ini bisa dibilang perjalanan yang menyenangkan. Apalagi dipandu oleh narator Patrick Stewart yang pernah berperan sebagai kapten di film 'Startrek'. Dengan masa syuting selama lebih dari 4000 hari, 'Earth' tercatat sebagai film dokumenter berbiaya terbesar. Apalagi 'Earth' adalah satu-satunya film yang sukses mengambil gambar sampai puncak gunung Everest. Untuk mendapatkan gambar tersebut tentu tidak mudah, mereka harus menggunakan pesawat mata-mata milik tentara Nepal.
Untuk yang lupa mengapa kita harus mencintai bumi, sebaiknya segera menonton film yang hanya diputar di Blitz Megaplex ini. Dijamin, sebelum sampai ke ujung dunia atau ke dalam samudra, penonton sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Terjebak dalam rutinitas sehari-hari, kadang-kadang kita lupa memperhatikan sekitar. Boro-boro dunia yang jauh di sana, perubahan yang terjadi di sekitar pun sering luput dari pengamatan.
Walau membawa pesan kepedulian terhadap global warming, jangan kira penonton akan dijejali berbagai pesan yang menggurui atau bahkan menakuti. Film ini membuat penonton jatuh cinta dengan sendirinya pada bumi sehingga muncul kesadaran untuk tetap menjaga keindahannya.
Film ini berkisah tentang migrasi hewan sesuai musim. Ada beruang kutub yang terpaksa berjalan ratusan mil untuk mendapatkan makanan, paus yang terpaksa mengitari separuh bumi untuk bertahan hidup, sampai rombongan gajah yang harus berjalan 3 minggu demi mendapatkan sumber air.
Sepanjang film, penonton tak akan berhenti berdecak dan sesekali tertawa ketika disuguhi akting kocak yang natural dari mahkluk hidup yang ada di bumi. Ada bebek yang belajar terbang sampai kera yang takut basah terkena air.
Film yang mengajak kita keliling dunia sampai ke puncak gunung Everest ini bisa dibilang perjalanan yang menyenangkan. Apalagi dipandu oleh narator Patrick Stewart yang pernah berperan sebagai kapten di film 'Startrek'. Dengan masa syuting selama lebih dari 4000 hari, 'Earth' tercatat sebagai film dokumenter berbiaya terbesar. Apalagi 'Earth' adalah satu-satunya film yang sukses mengambil gambar sampai puncak gunung Everest. Untuk mendapatkan gambar tersebut tentu tidak mudah, mereka harus menggunakan pesawat mata-mata milik tentara Nepal.
Untuk yang lupa mengapa kita harus mencintai bumi, sebaiknya segera menonton film yang hanya diputar di Blitz Megaplex ini. Dijamin, sebelum sampai ke ujung dunia atau ke dalam samudra, penonton sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
11.19.2007

THE GOLDEN COMPASS
There will be a new children's movie out in December called "The Golden Compass". The movie has been described as "atheism for kids" and is based on the first book of a trilogy entitled "His Dark Materials" that was written by Phillip Pullman. Pullman is a militant atheist and secular humanist who despises C. S. Lewis and the "Chronicles of Narnia". His motivation for writing this trilogy was specifically to counteract Lewis' symbolisms of Christ that are portrayed in the Narnia series.
Clearly, Pullman's main objective is to bash Christianity and promote atheism. Pullman left little doubt about his intentions when he said in a 2003 interview that "my books are about killing God." He has even stated that he wants to "kill God in the minds of children". It has been said of Pullman that he is "the writer the atheists would be praying for, if atheists prayed."
While "The Golden Compass" movie itself may seem mild and innocent, the books are a much different story. In the trilogy, a young streetwise girl becomes enmeshed in an epic struggle to ultimately defeat the oppressive forces of a senile God. Another character, an ex-nun, describes Christianity as "a very powerful and convincing mistake." In the final book, characters representing Adam and Eve eventually kill God, who at times is called YAHWEH. Each book in the trilogy gets progressively worse regarding Pullman's hatred of Jesus Christ.
"The Golden Compass" is set to premier on December 7, during the Christmas season (and staring Nicole Kidman), and will probably be heavily advertised. Promoters hope that unsuspecting parents will take their children to see the movie, that they will enjoy the movie, and that the children will want the books for Christmas.
Please consider a boycott of the movie and the books. Also, pass this information along to everyone you know (including church leaders). This will help to educate parents, so that they will know the agenda of the movie. I am sending this to those of you who have kids or friends with kids, grandkids or have influence with kids. So many things today are darkness concealed in what appears to be innocent. FYI.
Subscribe to:
Posts (Atom)
