Showing posts with label Mom concern. Show all posts
Showing posts with label Mom concern. Show all posts

6.30.2010

Payudara Harus Dirawat Selama Hamil

Banyak ibu hamil mengabaikan perawatan payudara. Boleh jadi lantaran malas atau sesungguhnya belum mengetahui akan manfaatnya. Padahal perawatan payudara selama hamil sangat penting untuk kelancaran air susu kelak setelah melahirkan.
"Malah, dengan perawatan yang benar, hasilnya bukan cuma produksi yang cukup, tapi juga bentuk payudara akan tetap baik selama menyusui," kata dr. Suharjanti Kramadibrata, Sp.OG dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, payudara selama kehamilan akan mengalami perubahan. Antara lain terasa lebih kencang, lebih besar, dan lebih penuh. Konon, menjelang kelahiran berat setiap payudara mencapai 1,5 kali lebih besar dibandingkan sebelum hamil.
Hormon prolaktin

"Biasanya wanita yang berpayudara besar lebih merasakan perubahan-perubahan yang terjadi. Sebab, lemaknya sudah banyak sehingga ia bisa langsung merasakan bila ada perubahan," tutur Suharjanti. Sementara yang payudaranya kecil tak begitu merasakannya, namun bukan berarti tak ada perubahan. "Tergantung pada tingkat sensitivitas si ibu hamil."

Semua perubahan yang terjadi menunjukkan ada perkembangan dan pertumbuhan jaringan kelenjar di payudara. Karena pada ibu hamil, terang Suharjanti, "pembuluh-pembuluh darah bekerja lebih aktif untuk menyiapkan kelenjar-kelenjar yang ada pada payudara, agar nantinya bisa berproduksi."

Lebih jauh dijelaskan Suharjanti, di dalam payudara terdapat 15-25 segmen/cuping yang terdiri atas tandon kelenjar/alveoli. Lapisan otot terbentuk saling berkait di sekitar alveoli, yang nantinya akan berkontraksi memeras susu keluar dari kantung saluran kecil yang mengalir ke puting susu.

Sejak awal kehamilan, hormon merangsang perkembangan sel-sel produksi susu di alveoli. Hormon yang paling penting dalam pembentukan air susu adalah prolaktin, yang mulai bekerja sejak kehamilan berusia 8 minggu. Hormon ini juga menjaga keseimbangan banyaknya jumlah susu yang diproduksi pada tiap tahapan dengan bantuan hormon estrogen yang dibuat oleh plasenta.

Selain itu, prolaktin juga membikin warna aerola menjadi lebih gelap dan puting susu lebih menonjol. Namun bagi yang putingnya datar atau melesak ke dalam, tonjolan ini memang tak terasakan.

Tiga langkah perawatan

Perawatan payudara dianjurkan mulai dilakukan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Sebab, jika sejak awal kehamilan kita sudah melakukan perangsangan puting, misalnya, bukan hasil baik yang diperoleh, "tapi malah bisa menimbulkan kontraksi rahim," jelas Suharjanti.

Adapun perawatan yang dilakukan ialah:

* Pemijatan
Hal ini bisa dilakukan kala mandi. Sebelumnya siapkan di waskom air hangat dan air dingin, minyak kelapa yang bersih (paling baik jika bikinan sendiri) atau baby oil, handuk, dan kapas.

Bersihkan payudara memakai air, lalu massage memakai minyak. Pemijatan dilakukan dengan memakai kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam dan kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage karena tak berkelenjar tapi hanya merupakan saluran air susu belaka.

Usai massage, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar sirkulasi darah bekerja lebih baik. Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak ini berguna melenturkan dan melembabkan puting agar saat menyusui kelak puting sudah tak gampang lecet.

Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah. Setelah itu keringkan pakai handuk.

* Senam Teratur

Sebaiknya payudara juga dirawat dengan melakukan senam. Gunanya untuk memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan merangsang produksi ASI agar lebih baik.

Senamnya sangat mudah, kok, Bu. Bisa dilakukan sebelum atau sesudah mandi. Ada dua macam senam yang bisa dilakukan para ibu, yaitu:

1. Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.

2. Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.

Memakai bra yang pas

Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benar-benar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara. Jika terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan kalau terlalu longgar akan tampak jatuh dan sakit dipakainya.

Jika payudara sangat besar, ada baiknya untuk memilih yang memakai penyangga kawat. Karena bra yang tak menopang dengan baik pada payudara besar cenderung akan turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara. Sementara jika si ibu tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka jamur biasanya akan tumbuh.
Jangan lupa, tubuh ibu hamil cenderung berkeringat. Untuk itu, pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Tali pengikatnya agar dipilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik.

Bila jamur sudah terlanjur hadir, segera bawa ke dokter. Sebab, jika jamur naik hingga ke seluruh payudara bisa menjadi masalah pada saat menyusui nanti.

Perdarahan Penyebab Utama Kematian Ibu

Penyebab langsung kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan terutama adalah perdarahan. Kebanyakan perdarahan terjadi setelah bayi dilahirkan. Ini berkaitan dengan plasenta dan relaksasi otot rahim.

Menurut Prof dr Ali Baziad, SpOG, perdarahan setelah persalinan biasanya disebabkan terlalu sering melahirkan. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menjarangkan kehamilan dan mendeteksi dini gejala anemia selama kehamilan.

"Pemerintah harus turun tangan untuk merevitalisasi program Keluarga Berencana," kata dr Ali yang menjabat Ketua Bidang Kesehatan Ibu dan Anak, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, saat jumpa pers peluncuran Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak, Rabu (23/6/2010), di Jakarta.

Ia menambahkan, bila seorang ibu hanya melahirkan dua atau tiga anak, risiko perdarahan bisa ditekan. "Kalau sudah pernah melahirkan hingga empat atau lima kali, kontraksi rahim akan lebih sulit sehingga perdarahan sulit berhenti," ujarnya.

Proses inisiasi menyusu dini, menurut dr Utami Roesli, SpA dari Sentra Laktasi Indonesia, juga efektif untuk mengurangi risiko perdarahan. "Saat bayi mengisap payudara ibu, hormon oksitoksin akan dilepaskan tubuh dan merangsang rahim untuk berkontraksi sehingga perdarahan akan berkurang," katanya.

Upaya pencegahan lainnya adalah tersedianya tenaga kesehatan yang membantu persalinan. Mengenai hal tersebut, dr Ali mengungkapkan, PB IDI dalam waktu dekat akan memberikan pelatihan kepada dokter umum agar memiliki kompetensi dalam menangani keadaan darurat pada ibu yang melahirkan.

Kenali Penyebab Kelahiran Prematur

Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.

Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau membutuhkan perawatan intensif karena organ-organ vitalnya belum matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya.

Di Indonesia, 30 persen kelahiran terjadi prematur. Persalinan prematur seringkali tidak diketahui sebabnya. Namun menurut Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Philadelphia, Amerika, ada beberapa penyebab persalinan prematur. Di antaranya adalah:

- Serviks atau mulut rahim tidak menutup sempurna sehingga kehamilan tidak bisa dipertahankan.

- Pre-eklampsia atau eklampsia, yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin dan bengkak di kedua tungkai. "Bila kehamilan diteruskan bisa membahayakan nyawa ibunya," kata Pereira.

- Plasenta previa atau letak ari-ari berada menutupi jalan lahir.

- Kegagalan pertumbuhan janin.

- Infeksi pada selaput amnion atau ketuban.

- Cairan ketuban terlalu sedikit

- Kelahiran kembar

- Bentuk rahim tidak normal

- Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya

Gejala persalinan prematur adalah terdapat penambahan jumlah lendir di vagina, adanya rasa kram seperti haid yang hilang timbul, terasa ada tekanan dengan irama yang teratur di daerah panggul, sakit punggung yang berhubungan dengan rasa kram di perut.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan

Makanan yang aman untuk dimakan saat kehamilan sangat penting untuk mencegah penyakit dan infeksi. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan karena dapat menyebabkan infeksi, seperti infeksi-infeksi yang disebabkan oleh salmonella, toksoplasmosis, listeria, E. Coli, yang bisa membahayakan janin yang berada dalam kandungan. Ada pun beberapa makanan yang sebaiknya dihindari antara lain;
* Daging mentah atau setengah matang
Ada makanan-makanan yang memang dimakan dalam keadaan mentah atau setengah matang, seperti sushi. Sebaiknya makanan-makanan setengah matang atau mentah dihindari untuk mencegah infeksi toksoplasmatosis atau E. Coli yang bisa membahayakan si ibu dan janin.
* Hati atau pasta hati
Hindari mengkonsumsi hati atau pasta hati karena mengandung vitamin A tinggi yang dapat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
* Sayuran yang tak tercuci dengan benar
Sayuran yang tak dibersihkan dengan benar bisa mengandung toksoplasmosis. Sebaiknya pastikan sayuran sudah dibersihkan dengan seksama sebelum dimakan mentah, seperti salad atau lalapan.
* Makanan yang mengandung salmonella
Makanan yang mengandung telur atau daging ayam mentah, atau yang dimasak kurang matang dapat menjadi sumber salmonella. Salmonella bisa menyebabkan diare berat pada ibu hamil.
* Ikan yang mengandung merkuri
Kita tak bisa tahu persis air asal ikan yang akan kita santap. Ada ikan yang hidup dalam air yang terkontaminasi merkuri sehingga mengakibatkan merkuri tersebut terserap di dalam tubuhnya. Kandungan merkuri pada tiap jenis ikan berbeda-beda tergantung jenis makanan ikan tersebut dan sudah berapa lama ikan tersebut hidup dalam air tersebut. Karena itu, hindari konsumi ikan hiu, ikan pedang, king makerel, tilefish, snapper, atau ikan-ikan berukuran besar.
Namun, hal ini bukan berarti ibu hamil harus menghindari konsumsi ikan. Ikan masih merupakan sumber protein yang dibutuhkan selama kehamilan. Ikan juga merupakan sumber omega-3 yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Ikan yang bisa dikonsumsi antara lain; salmon, tuna, tilapia, lele, dan udang. Selalu konsultasikan menu dan makanan Anda dengan dokter kandungan.
* Produk yang bisa menyebabkan infeksi listeria
Keju lunak, seperti brie, camembert, blueveined cheese, keju dari susu kambing dan domba, makanan matang yang dibekukan, serta susu yang tidak dipasteurisasi. Semua produk ini mempunyai risiko membawa listeria. Bakteri ini mampu menembus plasenta dan menyebabkan infeksi janin, tetapi pada orang dewasa tidak menyebabkan gejala atau hanya seperti flu. Listeria bisa mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur, dan keracunan dalam darah. Namun keju keras, seperti cheddar atau parmesan dan keju yang dibuat dari susu yang dipasteurisasi aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.
* Makanan yang diawetkan
Ikan atau daging asap, sosis, acar, atau asinan bisa saja mengandung nitrat yang memengaruhi kemampuan oksigen untuk membawa hemoglobin (sel darah merah).
* Garam dan gula
Garam dan gula terlalu banyak bisa menyebabkan komplikasi saat kehamilan.
* Alkohol
Seperti diketahui, alkohol tak baik untuk tubuh, terutama untuk ibu hamil karena bisa menghambat pertumbuhan bayo secara fisik, mental, dan tingkah laku anak.
* Minuman berkafein
Teh, kopi, cokelat mengandung kafein, tapi sangat sedikit nutrisi. Kafein bisa mengurangi penyerapan zat besi yang diperlukan selama kehamilan.
* Teh herbal
Teh herbal berasal dari akar-akaran, biji, bunga, atau daun yang bukan dari tumbuhan teh. Teh herbal tak mengandung kafein seperti teh biasa. Namun, tak ada penelitian tentang bagaimana efek dari herbal-herbal ini terhadap perkembangan bayi dalam kandungan. Perhatikan label kemasan. Sudah ada beberapa teh herbal yang dilabeli aman untuk ibu hamil.
* Obat-obatan
Ada beberapa obat yang tak aman untuk bayi karena bisa mengakibatkan cacat atau gangguan pertumbuhan janin. Penggunaan obat selama hamil harus dengan resep dokter kandungan.

Prenatal Yoga Aman untuk Ibu Hamil

Kehamilan adalah peristiwa yang istimewa dalam hidup seorang wanita, apalagi untuk yang baru pertama kali mengalaminya. Tetapi, perubahan hormon yang terjadi di masa kehamilan sering menimbulkan banyak keluhan, mulai dari mual muntah, hingga ketidakstabilan emosi. Dengan yoga, ibu hamil dilatih untuk mencapai keseimbangan antara tubuh yang sehat serta pikiran dan emosi positif.

Prenatal yoga relatif aman untuk ibu hamil, selama gerakan yang dilakukan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera calon ibu. "Banyak manfaat yang bisa diambil oleh ibu hamil yang melakukan yoga, namun mereka juga harus menyadari keterbatasan gerak akibat perubahan bentuk tubuhnya," kata Dr.Rachel Rohde, ahli bedah ortopedi.

Belum lama ini American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) mengeluarkan pernyataan bahwa yoga merupakan alternatif olahraga yang aman untuk ibu hamil tanpa menimbulkan risiko bagi janin dan jantung ibu hamil. Berlatih yoga selama kehamilan akan membantu kekuatan dan kelenturan otot, selain juga melatih pernapasan dan relaksasi.

Kendati demikian, posisi yoga yang tepat sangat penting untuk menghindari cedera. Menurut data Komisi Keamanan Produk AS, di tahun 2008 ada 5.500 orang Amerika yang mengalami cedera akibat latihan yoga.

Untuk para ibu hamil yang tertarik untuk berlatih yoga, para ahli di AAOS merekomendasikan untuk berkonsultasi lebih dulu pada dokter kandungan. Selain itu, pilih latihan yoga yang dirancang khusus untuk ibu hamil. Carilah guru yoga yang menguasai prenatal yoga karena ia akan memandu Anda melakukan berbagai gerakan selain juga membimbing Anda melatih konsentrasi melalui meditasi.

Penyebab Kenaikan Berat Badan Saat Hamil

Seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, salah satu faktor penting dalam kehamilan adalah pengaturan berat badan. Sebab, selama hamil nanti, berat badan kita akan terus bertambah. Kenaikan berat badan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

* Cairan ketuban
Puncak volume air ketuban biasanya pada usia kehamilan 36-38 minggu. Cairan ketuban dikatakan kurang bila volumenya di bawah 500 cc. Kekurangan (oligohidramion) atau kelebihan cairan ketuban (polihidramion) dapat dijadikan indikator terjadinya sesuatu pada janinnya; apakah karena saluran cerna, kelainan tulang belakang dan lainnya. Adanya ketidaknormalan air ketuban ini baru terjadi setelah usia kehamilan 22 minggu atau sekitar 5 bulan.

* Pembesaran organ-organ
Ukuran ketebalan dinding rahim normal 1,25 cm, panjangnya 7,5 cm dengan lebar 5 cm, berat sekitar 50-80 gram. Sementara rahim ibu hamil ketebalan dindingnya sekitar 1,5 cm, berat 900-1.000 gram, panjangnya 35 cm.

* Peningkatan jumlah cairan tubuh
Air merupakan komponen utama peningkatan berat badan selama kehamilan. Jumlah air yang teretensi pada kehamilan aterm (cukup bulan) dapat mencapai sekitar 6,5 liter. Setelah persalinan (nifas) akan terjadi penurunan berat badan sampai 2.300 gram dalam 10 hari. Penurunan berat badan ini tergantung 3 hal: jumlah cairan yang teretensi selama kehamilan, dehidrasi selama proses persalinan, dan kehilangan darah selama proses persalinan.

* Adanya perubahan metabolisme selama kehamilan
Terjadi peningkatan metabolisme sebesar 30 persen dibanding perempuan tidak hamil, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan uterus dan janin.

* Bertambahnya volume sel darah
Mulai usia kehamilan 10 minggu, volume sel darah meningkat sampai maksimal 30% pada usia kehamilan 30-32 minggu. Kemudian volume relatif stabil sampai kehamilan cukup bulan (38-40 minggu). Selain itu, terjadi pula peningkatan volume plasma (cairan darah), selama kehamilan hingga dapat mencapai maksimal sekitar 40 persen. Total peningkatan volume plasma dapat mencapai 1,3 liter.

6.25.2010

Payudara Harus Dirawat Selama Hamil

Banyak ibu hamil mengabaikan perawatan payudara. Boleh jadi lantaran malas atau sesungguhnya belum mengetahui akan manfaatnya. Padahal perawatan payudara selama hamil sangat penting untuk kelancaran air susu kelak setelah melahirkan.
"Malah, dengan perawatan yang benar, hasilnya bukan cuma produksi yang cukup, tapi juga bentuk payudara akan tetap baik selama menyusui," kata dr. Suharjanti Kramadibrata, Sp.OG dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, payudara selama kehamilan akan mengalami perubahan. Antara lain terasa lebih kencang, lebih besar, dan lebih penuh. Konon, menjelang kelahiran berat setiap payudara mencapai 1,5 kali lebih besar dibandingkan sebelum hamil.
Hormon prolaktin

"Biasanya wanita yang berpayudara besar lebih merasakan perubahan-perubahan yang terjadi. Sebab, lemaknya sudah banyak sehingga ia bisa langsung merasakan bila ada perubahan," tutur Suharjanti. Sementara yang payudaranya kecil tak begitu merasakannya, namun bukan berarti tak ada perubahan. "Tergantung pada tingkat sensitivitas si ibu hamil."

Semua perubahan yang terjadi menunjukkan ada perkembangan dan pertumbuhan jaringan kelenjar di payudara. Karena pada ibu hamil, terang Suharjanti, "pembuluh-pembuluh darah bekerja lebih aktif untuk menyiapkan kelenjar-kelenjar yang ada pada payudara, agar nantinya bisa berproduksi."

Lebih jauh dijelaskan Suharjanti, di dalam payudara terdapat 15-25 segmen/cuping yang terdiri atas tandon kelenjar/alveoli. Lapisan otot terbentuk saling berkait di sekitar alveoli, yang nantinya akan berkontraksi memeras susu keluar dari kantung saluran kecil yang mengalir ke puting susu.

Sejak awal kehamilan, hormon merangsang perkembangan sel-sel produksi susu di alveoli. Hormon yang paling penting dalam pembentukan air susu adalah prolaktin, yang mulai bekerja sejak kehamilan berusia 8 minggu. Hormon ini juga menjaga keseimbangan banyaknya jumlah susu yang diproduksi pada tiap tahapan dengan bantuan hormon estrogen yang dibuat oleh plasenta.

Selain itu, prolaktin juga membikin warna aerola menjadi lebih gelap dan puting susu lebih menonjol. Namun bagi yang putingnya datar atau melesak ke dalam, tonjolan ini memang tak terasakan.

Tiga langkah perawatan

Perawatan payudara dianjurkan mulai dilakukan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Sebab, jika sejak awal kehamilan kita sudah melakukan perangsangan puting, misalnya, bukan hasil baik yang diperoleh, "tapi malah bisa menimbulkan kontraksi rahim," jelas Suharjanti.

Adapun perawatan yang dilakukan ialah:

* Pemijatan
Hal ini bisa dilakukan kala mandi. Sebelumnya siapkan di waskom air hangat dan air dingin, minyak kelapa yang bersih (paling baik jika bikinan sendiri) atau baby oil, handuk, dan kapas.

Bersihkan payudara memakai air, lalu massage memakai minyak. Pemijatan dilakukan dengan memakai kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam dan kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage karena tak berkelenjar tapi hanya merupakan saluran air susu belaka.

Usai massage, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar sirkulasi darah bekerja lebih baik. Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak ini berguna melenturkan dan melembabkan puting agar saat menyusui kelak puting sudah tak gampang lecet.

Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah. Setelah itu keringkan pakai handuk.

* Senam Teratur

Sebaiknya payudara juga dirawat dengan melakukan senam. Gunanya untuk memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan merangsang produksi ASI agar lebih baik.

Senamnya sangat mudah, kok, Bu. Bisa dilakukan sebelum atau sesudah mandi. Ada dua macam senam yang bisa dilakukan para ibu, yaitu:

1. Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.

2. Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.

Memakai bra yang pas

Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benar-benar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara. Jika terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan kalau terlalu longgar akan tampak jatuh dan sakit dipakainya.

Jika payudara sangat besar, ada baiknya untuk memilih yang memakai penyangga kawat. Karena bra yang tak menopang dengan baik pada payudara besar cenderung akan turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara. Sementara jika si ibu tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka jamur biasanya akan tumbuh.
Jangan lupa, tubuh ibu hamil cenderung berkeringat. Untuk itu, pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Tali pengikatnya agar dipilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik.

Bila jamur sudah terlanjur hadir, segera bawa ke dokter. Sebab, jika jamur naik hingga ke seluruh payudara bisa menjadi masalah pada saat menyusui nanti.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan

Makanan yang aman untuk dimakan saat kehamilan sangat penting untuk mencegah penyakit dan infeksi. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan karena dapat menyebabkan infeksi, seperti infeksi-infeksi yang disebabkan oleh salmonella, toksoplasmosis, listeria, E. Coli, yang bisa membahayakan janin yang berada dalam kandungan. Ada pun beberapa makanan yang sebaiknya dihindari antara lain;
* Daging mentah atau setengah matang
Ada makanan-makanan yang memang dimakan dalam keadaan mentah atau setengah matang, seperti sushi. Sebaiknya makanan-makanan setengah matang atau mentah dihindari untuk mencegah infeksi toksoplasmatosis atau E. Coli yang bisa membahayakan si ibu dan janin.
* Hati atau pasta hati
Hindari mengkonsumsi hati atau pasta hati karena mengandung vitamin A tinggi yang dapat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
* Sayuran yang tak tercuci dengan benar
Sayuran yang tak dibersihkan dengan benar bisa mengandung toksoplasmosis. Sebaiknya pastikan sayuran sudah dibersihkan dengan seksama sebelum dimakan mentah, seperti salad atau lalapan.
* Makanan yang mengandung salmonella
Makanan yang mengandung telur atau daging ayam mentah, atau yang dimasak kurang matang dapat menjadi sumber salmonella. Salmonella bisa menyebabkan diare berat pada ibu hamil.
* Ikan yang mengandung merkuri
Kita tak bisa tahu persis air asal ikan yang akan kita santap. Ada ikan yang hidup dalam air yang terkontaminasi merkuri sehingga mengakibatkan merkuri tersebut terserap di dalam tubuhnya. Kandungan merkuri pada tiap jenis ikan berbeda-beda tergantung jenis makanan ikan tersebut dan sudah berapa lama ikan tersebut hidup dalam air tersebut. Karena itu, hindari konsumi ikan hiu, ikan pedang, king makerel, tilefish, snapper, atau ikan-ikan berukuran besar.
Namun, hal ini bukan berarti ibu hamil harus menghindari konsumsi ikan. Ikan masih merupakan sumber protein yang dibutuhkan selama kehamilan. Ikan juga merupakan sumber omega-3 yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Ikan yang bisa dikonsumsi antara lain; salmon, tuna, tilapia, lele, dan udang. Selalu konsultasikan menu dan makanan Anda dengan dokter kandungan.
* Produk yang bisa menyebabkan infeksi listeria
Keju lunak, seperti brie, camembert, blueveined cheese, keju dari susu kambing dan domba, makanan matang yang dibekukan, serta susu yang tidak dipasteurisasi. Semua produk ini mempunyai risiko membawa listeria. Bakteri ini mampu menembus plasenta dan menyebabkan infeksi janin, tetapi pada orang dewasa tidak menyebabkan gejala atau hanya seperti flu. Listeria bisa mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur, dan keracunan dalam darah. Namun keju keras, seperti cheddar atau parmesan dan keju yang dibuat dari susu yang dipasteurisasi aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.
* Makanan yang diawetkan
Ikan atau daging asap, sosis, acar, atau asinan bisa saja mengandung nitrat yang memengaruhi kemampuan oksigen untuk membawa hemoglobin (sel darah merah).
* Garam dan gula
Garam dan gula terlalu banyak bisa menyebabkan komplikasi saat kehamilan.
* Alkohol
Seperti diketahui, alkohol tak baik untuk tubuh, terutama untuk ibu hamil karena bisa menghambat pertumbuhan bayo secara fisik, mental, dan tingkah laku anak.
* Minuman berkafein
Teh, kopi, cokelat mengandung kafein, tapi sangat sedikit nutrisi. Kafein bisa mengurangi penyerapan zat besi yang diperlukan selama kehamilan.
* Teh herbal
Teh herbal berasal dari akar-akaran, biji, bunga, atau daun yang bukan dari tumbuhan teh. Teh herbal tak mengandung kafein seperti teh biasa. Namun, tak ada penelitian tentang bagaimana efek dari herbal-herbal ini terhadap perkembangan bayi dalam kandungan. Perhatikan label kemasan. Sudah ada beberapa teh herbal yang dilabeli aman untuk ibu hamil.
* Obat-obatan
Ada beberapa obat yang tak aman untuk bayi karena bisa mengakibatkan cacat atau gangguan pertumbuhan janin. Penggunaan obat selama hamil harus dengan resep dokter kandungan.

Perdarahan Penyebab Utama Kematian Ibu

Penyebab langsung kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan terutama adalah perdarahan. Kebanyakan perdarahan terjadi setelah bayi dilahirkan. Ini berkaitan dengan plasenta dan relaksasi otot rahim.

Menurut Prof dr Ali Baziad, SpOG, perdarahan setelah persalinan biasanya disebabkan terlalu sering melahirkan. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menjarangkan kehamilan dan mendeteksi dini gejala anemia selama kehamilan.

"Pemerintah harus turun tangan untuk merevitalisasi program Keluarga Berencana," kata dr Ali yang menjabat Ketua Bidang Kesehatan Ibu dan Anak, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, saat jumpa pers peluncuran Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak, Rabu (23/6/2010), di Jakarta.

Ia menambahkan, bila seorang ibu hanya melahirkan dua atau tiga anak, risiko perdarahan bisa ditekan. "Kalau sudah pernah melahirkan hingga empat atau lima kali, kontraksi rahim akan lebih sulit sehingga perdarahan sulit berhenti," ujarnya.

Proses inisiasi menyusu dini, menurut dr Utami Roesli, SpA dari Sentra Laktasi Indonesia, juga efektif untuk mengurangi risiko perdarahan. "Saat bayi mengisap payudara ibu, hormon oksitoksin akan dilepaskan tubuh dan merangsang rahim untuk berkontraksi sehingga perdarahan akan berkurang," katanya.

Upaya pencegahan lainnya adalah tersedianya tenaga kesehatan yang membantu persalinan. Mengenai hal tersebut, dr Ali mengungkapkan, PB IDI dalam waktu dekat akan memberikan pelatihan kepada dokter umum agar memiliki kompetensi dalam menangani keadaan darurat pada ibu yang melahirkan.

Penyebab Kenaikan Berat Badan Saat Hamil

Seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, salah satu faktor penting dalam kehamilan adalah pengaturan berat badan. Sebab, selama hamil nanti, berat badan kita akan terus bertambah. Kenaikan berat badan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

* Cairan ketuban
Puncak volume air ketuban biasanya pada usia kehamilan 36-38 minggu. Cairan ketuban dikatakan kurang bila volumenya di bawah 500 cc. Kekurangan (oligohidramion) atau kelebihan cairan ketuban (polihidramion) dapat dijadikan indikator terjadinya sesuatu pada janinnya; apakah karena saluran cerna, kelainan tulang belakang dan lainnya. Adanya ketidaknormalan air ketuban ini baru terjadi setelah usia kehamilan 22 minggu atau sekitar 5 bulan.

* Pembesaran organ-organ
Ukuran ketebalan dinding rahim normal 1,25 cm, panjangnya 7,5 cm dengan lebar 5 cm, berat sekitar 50-80 gram. Sementara rahim ibu hamil ketebalan dindingnya sekitar 1,5 cm, berat 900-1.000 gram, panjangnya 35 cm.

* Peningkatan jumlah cairan tubuh
Air merupakan komponen utama peningkatan berat badan selama kehamilan. Jumlah air yang teretensi pada kehamilan aterm (cukup bulan) dapat mencapai sekitar 6,5 liter. Setelah persalinan (nifas) akan terjadi penurunan berat badan sampai 2.300 gram dalam 10 hari. Penurunan berat badan ini tergantung 3 hal: jumlah cairan yang teretensi selama kehamilan, dehidrasi selama proses persalinan, dan kehilangan darah selama proses persalinan.

* Adanya perubahan metabolisme selama kehamilan
Terjadi peningkatan metabolisme sebesar 30 persen dibanding perempuan tidak hamil, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan uterus dan janin.

* Bertambahnya volume sel darah
Mulai usia kehamilan 10 minggu, volume sel darah meningkat sampai maksimal 30% pada usia kehamilan 30-32 minggu. Kemudian volume relatif stabil sampai kehamilan cukup bulan (38-40 minggu). Selain itu, terjadi pula peningkatan volume plasma (cairan darah), selama kehamilan hingga dapat mencapai maksimal sekitar 40 persen. Total peningkatan volume plasma dapat mencapai 1,3 liter.

Prenatal Yoga Aman untuk Ibu Hamil

Kehamilan adalah peristiwa yang istimewa dalam hidup seorang wanita, apalagi untuk yang baru pertama kali mengalaminya. Tetapi, perubahan hormon yang terjadi di masa kehamilan sering menimbulkan banyak keluhan, mulai dari mual muntah, hingga ketidakstabilan emosi. Dengan yoga, ibu hamil dilatih untuk mencapai keseimbangan antara tubuh yang sehat serta pikiran dan emosi positif.

Prenatal yoga relatif aman untuk ibu hamil, selama gerakan yang dilakukan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera calon ibu. "Banyak manfaat yang bisa diambil oleh ibu hamil yang melakukan yoga, namun mereka juga harus menyadari keterbatasan gerak akibat perubahan bentuk tubuhnya," kata Dr.Rachel Rohde, ahli bedah ortopedi.

Belum lama ini American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) mengeluarkan pernyataan bahwa yoga merupakan alternatif olahraga yang aman untuk ibu hamil tanpa menimbulkan risiko bagi janin dan jantung ibu hamil. Berlatih yoga selama kehamilan akan membantu kekuatan dan kelenturan otot, selain juga melatih pernapasan dan relaksasi.

Kendati demikian, posisi yoga yang tepat sangat penting untuk menghindari cedera. Menurut data Komisi Keamanan Produk AS, di tahun 2008 ada 5.500 orang Amerika yang mengalami cedera akibat latihan yoga.

Untuk para ibu hamil yang tertarik untuk berlatih yoga, para ahli di AAOS merekomendasikan untuk berkonsultasi lebih dulu pada dokter kandungan. Selain itu, pilih latihan yoga yang dirancang khusus untuk ibu hamil. Carilah guru yoga yang menguasai prenatal yoga karena ia akan memandu Anda melakukan berbagai gerakan selain juga membimbing Anda melatih konsentrasi melalui meditasi.

Kenali Penyebab Kelahiran Prematur

Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.

Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau membutuhkan perawatan intensif karena organ-organ vitalnya belum matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya.

Di Indonesia, 30 persen kelahiran terjadi prematur. Persalinan prematur seringkali tidak diketahui sebabnya. Namun menurut Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Philadelphia, Amerika, ada beberapa penyebab persalinan prematur. Di antaranya adalah:

- Serviks atau mulut rahim tidak menutup sempurna sehingga kehamilan tidak bisa dipertahankan.

- Pre-eklampsia atau eklampsia, yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin dan bengkak di kedua tungkai. "Bila kehamilan diteruskan bisa membahayakan nyawa ibunya," kata Pereira.

- Plasenta previa atau letak ari-ari berada menutupi jalan lahir.

- Kegagalan pertumbuhan janin.

- Infeksi pada selaput amnion atau ketuban.

- Cairan ketuban terlalu sedikit

- Kelahiran kembar

- Bentuk rahim tidak normal

- Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya

Gejala persalinan prematur adalah terdapat penambahan jumlah lendir di vagina, adanya rasa kram seperti haid yang hilang timbul, terasa ada tekanan dengan irama yang teratur di daerah panggul, sakit punggung yang berhubungan dengan rasa kram di perut.

Kelahiran Prematur Dipengaruhi Keturunan

Risiko kelahiran prematur sepertinya ditentukan oleh faktor genetik. Kesimpulan ini muncul setelah para ilmuwan menemukan bahwa kelahiran kurang bulan cenderung terjadi dalam satu keluarga.

Perempuan yang lahir prematur atau yang memiliki saudara laki-laki dan perempuan yang juga lahir secara prematur, memiliki risiko 50-60 persen untuk mengalami persalinan lebih cepat dari waktunya. Demikian menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari The University of Aberdeen, Skotlandia, terhadap data 22.343 ibu dan anak perempuan di Skotlandia.

Kelahiran prematur merupakan salah satu penyebab utama kematian pada bayi baru lahir dan bisa menganggu tumbuh kembang bayi. Selama ini, penyebab kelahiran prematur masih menjadi misteri, karena pada kebanyakan kasus kondisi kehamilan berjalan normal dan sehat.

"Studi awal ini bisa menjadi masukan bagi para ahli kebidanan untuk memasukkan faktor keturunan sebagai hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah kelahiran prematur. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk mengidentifikasi gen," kata ketua peneliti Dr Sohinee Bhattacharya.

Data yang dipakai dalam penelitian ini berasa dari data Aberdeen Maternity Neonatal Databank. Populasi penduduk di kota tersebut cukup stabil dan mayoritas wanita melakukan persalinan di rumah sakit yang sama. Karena itu data ini dianggap cukup valid.

Diketahui ibu hamil yang dulunya lahir secara prematur memiliki risiko 60 persen untuk mengalami persalinan kurang bulan, terutama jika itu merupakan kehamilan pertamanya.

9 Tanda Mengandung Anak Kembar

Kembar? Wah, luar biasa! Seperti apa, sih, tanda-tandanya jika kita mengandung anak kembar?

1. Biasanya akan terasa sejak awal bahwa Anda mengandung lebih dari satu bayi. Jangan mengabaikan perasaan hati atau intuisi tersebut. Banyak ibu dari si kembar mengatakan, mereka telah mengetahui sejak awal bahwa mereka mengandung bayi lebih dari satu.

2. Umumnya bila seorang wanita mengandung mempunyai tanda-tanda seperti kepala pusing, perut sebah/tidak enak nyaman, bahkan hingga muntah-muntah di pagi hari. Tapi jika mengandung lebih dari satu bayi, umumnya Anda akan lebih menderita, yaitu di pagi hari sampai malam. Bahkan sepanjang hari.

3.Gejala kehamilan lebih terasa dan dianggap terlalu dibesar-besarkan.
Banyak di antara calon ibu bayi kembar yang mengatakan, mereka merasa lebih tak nyaman, muntah-mual berlebihan, dan amat cepat lelah. Pokoknya, gejala kehamilannya "dahsyat" sehingga kerap dianggap terlalu mengada-ada oleh orang sekitar.

Padahal, semua itu disebabkan sirkulasi ekstra dari hormon dalam tubuh. Payudara menjadi sangat sensitif, lebih sering buang air kecil, merasa lapar sepanjang hari, dan merasa sangat lelah. Ketika usia kandungan mulai 6 bulan, mungkin akan mengalami sulit bernapas, perut terasa sangat berat, bengkak di tangan juga di kaki, berat badan naik sangat banyak (tidak normal), perut sangat besar, dan janin bergerak berlebihan. Umumya, ibu bayi kembar ini menderita anemia atau kadar zat besinya rendah.

4. Berat badan naik pesat di tiga bulan pertama kehamilan. Kenaikannya lebih tinggi dari rata-rata berat ibu hamil satu bayi. Gejala ini dapat disebut sebagai tanda pertama mengandung lebih dari satu bayi. Jika napsu makan baik, berarti tidak ada masalah, karena gizi yang baik sangat diperlukan janin dalam usia tiga bulan pertama kehamilan.

5. Ukuran kandungan besar untuk umurnya. Pada pemeriksaan pertama, dapat dikatakan bahwa perut lebih besar dibanding usia kandungan. Dokter mengatakan Anda hamil 8 minggu (dihitung dari saat terakhir mendapat haid) tapi jika dilihat dengan kasat mata, besar perut/kandungan seperti kehamilan berumur 10-12 minggu.

Jika keadaan seperti ini, biasanya dianjurkan untuk mengecek dengan alat USG untuk melihat ada berapa janin di dalam kandungan. Jika ternyata mengandung lebih dari satu bayi, ukuran kandungan akan terus berkembang lebih besar. Ibu yang mengandung satu bayi bisa mencapai 38-40 cm besar ketinggiannya, dimulai dari tulang pinggang, sedangkan untuk bayi kembar bisa mencapai 48 cm.

6. Kata dokter, AFP Anda tinggi. AFP adalah alpha fetoprotein protein yang dikeluarkan bayi pada waktu pertumbuhannya dan juga terdapat di dalam darah ibu. Protein ini dapat menjadi tinggi karena bayi lebih dari satu. Normal tes darah AFP dilakukan 16-18 minggu sesudah masa terakhir menstruasi . Tes ini kerap dipakai untuk mengetahui kehamilan kembar atau bukan.

7. Kata dokter, tingkat HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) naik dengan sangat cepat. HCG adalah hormon yang menghasilkan telur yang dibuahi. Hormon ini dibutuhkan untuk menjaga kehamilan sampai plasenta berkembang. Hormon dapat dideteksi di dalam darah atau air seni walaupun sebelum Anda berhenti menstruasi.

Dalam kehamilan normal ( satu bayi), pemusatan darah HCG naik dengan cepat dalam 1 minggu kehamilan, berlipat ganda setiap 2 atau 3 hari. Tingkat HCG dapat menjadi lebih tinggi dengan adanya si bayi kembar.

8. Dari alat "pendengar", terdeteksi dua denyutan jantung . Dua denyut jantung dapat dibedakan dengan alat khusus yang dipakai dokter setelah kira-kira 12 minggu masa kehamilan. Sekitar kehamilan 28 minggu, sudah dapat dibedakan bila memang terdapat dua janin.

9. Dengan menggunakan USG, kehamilan kembar dapat lebih dipastikan. Alat ini akan menunjukkan/memperlihatkan adanya dua kantung kehamilan, dua janin, dan dua denyut jantung yang dapat dilihat 6 minggu sesudah hari pertama masa haid berakhir. Bahkan banyak bayi kembar bisa didiagnosa lebih cepat, sekitar 1-5 minggu setelah berhenti mendapat haid.

Keguguran, Mengapa Bisa Terjadi

Keguguran bukanlah sesuatu yang diinginkan. Jika cara hidup kita sehat selama masa kehamilan, niscaya hal itu dapat dihindarkan. Jika tetap terjadi? Yakinlah, keguguran bukan akhir segalanya

Perjalanan nasib tiap manusia memang sulit diramalkan. Ada kalanya kita mendapat kesenangan, tapi di lain saat ditimpa kemalangan. Tak jarang pula, kesenangan dan kemalangan datang berbarengan.
Contohn yang sering terjadi, Anda begitu mengharapkan kehadiran seorang anak. Setelah Anda hamil, ternyata setelah usia kehamilan beberapa minggu Anda mengalami keguguran.

Kejadian itu terulang kembali pada kehamilan keduanya. Sebabnya pun tak jelas diketahui. Kata orang-orang tua, mungkin terlalu lelah.

Keguguran spontan
Apa sebetulnya yang disebut keguguran? "Keguguran adalah peristiwa keluarnya janin dan plasenta secara spontan dari rahim sebelum usia kehamilan 20 minggu," jelas dr Karno Suprapto, DSOG, dari RS Pondok Indah.

Umumnya, seperti dijelaskan dr Karno, gejala keguguran ditandai perdarahan yang disertai rasa sakit di bagian bawah perut. Sayangnya, tak semua wanita sadar bahwa ia tengah mengalami keguguran. Hal ini terutama sekali berlaku bagi wanita yang siklus menstruasinya tak teratur. Mungkin mereka menduga terlambat datang bulan dan darah yang keluar cukup banyak, berbeda dari biasanya. Padahal, bisa jadi ia tengah mengalami keguguran.

Pada kenyataannya keguguran cukup banyak terjadi. Apalagi keguguran yang terjadi pada trimester pertama. Ini disebabkan kejadiannya hampir tak berbeda dengan terlambat datang bulan. "Data penelitian menunjukkan, sekitar 10-20 persen dari kehamilan mengalami keguguran spontan," jelas dr Karno.

Faktor penyebab
Penyebab keguguran sangat beragam. Secara garis besar, dibagi dalam 4 faktor, yaitu faktor genetik, masalah hormonal, infeksi, dan faktor-faktor yang tak diketahui.

* Faktor Genetik
Sel-sel manusia yang normal mengandung 46 kromosom. Sel telur mengandung kromosom XX, sedangkan sperma mengandung kromosom X dan kromosom Y. Kendati demikian, adakalanya terjadi ketidaksempurnaan seperti jumlah yang kurang (misalnya 45) atau jumlah berlebih (menjadi 47). Keadaan ini mengakibatkan ketidaknormalan pada janin.

Faktor ibu memberi pengaruh sebesar 60 persen, sedangkan ayah berpengaruh 40 persen pada peristiwa keguguran. "Jadi, tak benar jika hanya ibu yang bisa mengakibatkan keguguran," tegas dr Karno.

Bisa jadi, dalam hal ini hukum alam telah mengatur sedemikian rupa, sehingga janin yang tak sempurna gugur dengan sendirinya. Seakan ada seleksi alam yang menentukan, apakah janin ini layak berkembang atau gugur di tengah jalan. Faktor genetik menjadi penyebab terbesar dalam keguguran, sekitar 80 persen.

* Faktor Hormonal
Sekitar 10 persen keguguran disebabkan faktor hormonal. Mungkin si ibu mempunyai hormon prolaktin terlalu banyak. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan telur yang baru dibuahi.

Mungkin juga hormon progresteron terlalu sedikit. Padahal kehadiran hormon ini diperlukan untuk menunjang kematangan janin dan plasenta.

* Faktor Infeksi
Bila ibu terkena infeksi virus TORCH, juga bisa menyebabkan keguguran. Seperti kita ketahui, yang termasuk infeksi virus TORCH adalah toksoplasmosis, rubella, CMV (cytomegalovirus) dan HSV (herpes simpleks virus).

Jika ibu hamil mengalami infeksi ini, janin akan tumbuh secara tak normal. Mungkin seleksi alam mengakibatkan janin itu gugur sebelum waktunya.

* Faktor Tak Diketahui
Faktor-faktor tak diketahui mencapai 5 persen dari keguguran yang terjadi pada kehamilan. Bisa karena wanita hamil terkena kontak zat-zat kimia, radiasi, fisika, dan sebagainya.

Persalinan dini
Seorang wanita disebut mengalami keguguran jika hal itu terjadi pada usia kehamilan di bawah 20 minggu dengan berat janin tak lebih dari 500 gram. Ada beberapa jenis keguguran yang dikenal di dunia kedokteran. Antara lain, abortus iminen yaitu keguguran yang mengancam, abortus insipien, yaitu abortus yang sedang berlangsung. Ada pula abortus komplet yaitu abortus di mana hasil konsepsi (pembuahan) keluar seluruhnya. Sedangkan abortus inkomplet adalah abortus di mana hasil konsepsi keluar sebagian.

"Bila keguguran berulang sebanyak tiga kali, disebut abortus habitualis. Sementara bila janin mati dan tak berkembang di dalam rahim disebut missed abortion," jelas dr Karno.

Namun bila janin telah berkembang antara 20-28 minggu dan terjadi sesuatu, hal itu tak disebut keguguran melainkan persalinan immatur (dengan berat bayi 500-1.500 gram). Sedangkan persalinan dini (prematur) terjadi bila usia kehamilan mencapai 28-34 minggu dengan berat bayi 1.500-2.500 gram.

Keguguran yang timbul pada kehamilan trimester pertama umumnya disebabkan faktor genetik, seperti kasus kelainan kromosom akibat translokasi berimbang antara kromosom-kromosom sperma dan kromosom-kromosom sel telur.

Sedangkan keguguran yang terjadi pada trimester kedua lebih sering disebabkan faktor ibu, seperti kelemahan mulut rahim, kerusakan dinding penyekat rahim, atau ukuran rahim.

Persalinan (partus) prematur lebih kerap terjadi karena infeksi yang diderita ibu, seperti TORCH, infeksi saluran kemih, penyakit jantung bawaan, diabetes, dan sebagainya.

Jika seorang ibu mengalami keguguran, peluang untuk melahirkan anak dengan selamat sekitar 87 persen pada kehamilan berikutnya. Jika ia pernah dua kali keguguran, peluang itu menurun menjadi sekitar 60 persen melahirkan pada waktunya. Sedangkan jika ia pernah mengalami keguguran sebanyak tiga kali, peluang melahirkan bayi hanya sekitar 40 persen.

Hati-hati Varises Vagina

Varises tak hanya akrab pada betis ataupun anus, di vagina pun bisa terjadi varises. Bedanya, varises vagina sering kali tak menimbulkan keluhan pada penderitanya. Umumnya varises vagina terjadi pada wanita yang sedang hamil.

Varises ini dipicu oleh perubahan hormon sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darahnya berubah. Atau, bisa juga karena aliran pembuluh darah balik dari kaki ke jantung tertekan oleh beban rahim.

Selain kondisi hamil, varises vagina juga bisa diderita pengguna obat-obatan kortikosteroid. Bisa juga dialami penderita kelainan pembuluh darah. Namun, kasus paling banyak tetap terjadi ketika sedang terjadi kehamilan.

Menurut dr Ifzal, khusus varises vagina, tak bisa diambil tindakan untuk menanggulanginya. Biasanya, dokter cukup membiarkannya saja. Dalam kondisi normal, varises vagina akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, seiring kadar hormon yang kembali normal.

Walau begitu, risiko terjadinya perdarahan ketika persalinan yang dilakukan per vaginam atau normal tetap ada. Maka, perlu dilakukan persiapan ketika terjadinya perdarahan jika terdiagnosis varises vagina.