Showing posts with label PREGNANT TALKS. Show all posts
Showing posts with label PREGNANT TALKS. Show all posts

12.29.2010

Ingin Tahu Jenis Kelamin Bayi Anda

Di beberapa negara ada kecenderungan ibu hamil melakukan aborsi karena mengetahui janin yang dikandung memiliki jenis kelamin yang tidak dikehendaki. Di India, misalnya, hal ini dianggap ilegal. Namun, PBB memperkirakan, tak kurang dari 2.000 janin perempuan diaborsi setiap hari. Anda tentu akan berpikir bahwa tindakan ini sungguh tidak berperikemanusiaan, apalagi untuk Anda yang tidak kunjung dianugerahi momongan.
Anda pasti akan lebih terkejut lagi jika mengetahui bahwa saat ini sudah ada alat untuk mendeteksi jenis kelamin janin yang Anda kandung, hanya tujuh minggu setelah Anda melakukan hubungan dengan pasangan.
Pink or Blue Early Gender Test, begitu nama alat ini, sekarang sudah tersedia di Amerika. Alat seharga 240 dollar ini dirancang agar dapat digunakan oleh calon ibu sendiri di rumah. Alat ini akan mengetahui jenis kelamin janin dengan mengambil sedikit darah calon ibu, tujuh minggu setelah melakukan hubungan. Cara ini cukup mudah dan dapat dilakukan oleh pasangan-pasangan yang ingin memiliki anak perempuan atau anak laki-laki (tergantung bagaimana tradisi di negara bersangkutan, misalnya jika anak laki-laki lebih dihargai daripada anak perempuan). Jika janin ternyata memiliki jenis kelamin yang kurang diinginkan, orangtua masih mempunyai waktu yang aman untuk membatalkan kehamilan tersebut.
Seperti yang sudah diduga, banyak calon orangtua menyambut gembira kehadiran alat ini. Terry Carmichael, Vice President Marketing untuk Consumer Genetics, Inc, pembuat Pink or Blue Early Gender Test, mengatakan, produknya mayoritas digunakan oleh calon ibu muda yang penasaran dengan jenis kelamin bayinya. Umumnya mereka melakukan tes ini tanpa sepengetahuan suami mereka agar bisa memberi kejutan bagi para suami. Carmichael tak menyebutkan berapa jumlah wanita muda yang melakukan hal tersebut. Namun, ia menunjukkan beberapa klausa dari perusahaannya yang menyatakan bahwa keberadaan alat ini tidak mengikat, dan tidak memaksa. Alat ini juga tidak dijual di India dan China. "Karena permintaan terhadap alat tes untuk menyeleksi jender ini akan sangat tinggi," jelasnya.
Mengapa harus ada klausa seperti itu, tentu ada penyebabnya. Menurut Dr Arthur Caplan, Kepala Department of Medical Ethics dan Direktur Center for Bioethics di Universitas Pennsylvania, kecuali ada masalah kesehatan atau risiko yang tinggi terhadap penyakit yang berhubungan dengan jenis kelamin janin, tes seperti ini sebenarnya tidak disarankan. "Dan saya ragu terhadap akurasinya," papar Dr Caplan. Bahkan, sudah ada sejumlah orang yang menuntut secara hukum produsen alat tes kehamilan berdasarkan jender merek lain karena hasilnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Mau Bayi Laki atau Perempuan? Begini Caranya

Memiliki anak adalah impian setiap pasangan. Namun, memilih jenis kelamin si jabang bagi kebanyakan dari kita pasti merupakan hal tidak mudah.

Walau demikian, baru-baru ini ada penelitian yang menunjukkan bahwa cara alami bisa memprediksi jenis kelamin anak Anda. Dokter dari Rumah Sakit Omni Medical Center, dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dari Rumah Sakit Omni Medical Center menjelaskan bahwa "bermain" dengan masa subur bisa Anda jadikan cara alami untuk memilih jenis kelamin anak. Begini caranya:

1. Sebelum dan sesudah masa ovulasi
Jika hubungan seks dilakukan sebelum atau sesudah masa subur, maka sperma x sebagai pembawa sel kelamin perempuan akan mengitari indung telur. Dalam keadaan itu, sel sperma x punya kemungkinan besar membuahi sel telur. Ini memperbesar kemungkinan lahirnya bayi berjenis kelamin perempuan.

2. Saat masa ovulasi
Jika Anda menginginkan bayi laki-laki, lakukan hubungan intim dengan pasangan di saat puncak ovulasi. Hal ini karena sel sperma Y yang lebih berpeluang untuk membuahi sel telur Anda yang sudah matang.

3. Inseminasi
Di luar cara itu, dokter ahli mengatakan ada cara lain, yaitu lewat jalan inseminasi dengan pemilihan sel sperma.

Merancang Jenis Kelamin Bayi

JANGAN buru-buru ceraikan pasangan Anda karena dianggap tidak bisa melahirkan anak dengan jenis kelamin tertentu. Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, pihak laki-laki lebih menentukan jenis kelamin yang akan dilahirkan seorang ibu. “Wanita itu netral dalam menentukan jenis kelamin bayi,” tambahnya.

Bila ingin merencanakan untuk mempunyai anak berjenis kelamin tertentu, ada sejumlah cara ilmiah yang disarankan dr. Boyke.

Untuk mendapatkan bayi laki-laki :
1. Ayah sebaiknya menjalani tiger diet atau makan banyak daging
2. Ibu sebaiknya banyak mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan
3. Vagina dibasuh dengan air hangat dicampur dengan baking soda 15 menit sebelum berhubungan. Tujuannya adalah menjaga agar daerah vagina bersifat basa.
4. Hubungan seks dianjurkan dilakukan pada masa subur setelah ovulasi terjadi atau hari ke-15 atau ke-16.

Untuk mendapatkan bayi perempuan :
1. Ayah sebaiknya banyak makan sayur mayur dan buah.
2. Ibu sebaiknya banyak mengonsumsi daging.
3. Vagina dibasuh dengan air hangat dicampur dengan cuka dapur 15 menit sebelum berhubungan. Tujuannya adalah menjaga agar daerah vagina bersifat asam.
4. Hubungan seks dianjurkan dilakukan sebelum ovulasi atau hari ke-12 atau ke-13.

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Bayi

Secara alamiah, perempuan memiliki kemungkinan hamil sekitar 20-25 persen dalam satu siklus usia 20-an tahun. Artinya, pada usia 20-an tahun, pada setiap siklus ovulasi, kemungkinan menjadi hamil adalah 20-25 persen.
Jenis kelamin sendiri sudah terbentuk sejak terjadinya penggabungan sel (fertilisasi) antara sel sperma dengan sel telur di saluran telur. Jadi, proses terjadinya manusia bukan di rahim, melainkan di ujung saluran telur yang disebut ampula tuba fallopi.
“Setelah pertemuan itu, boleh dibilang semua bahan dasar manusia sudah terbentuk. Terjadilah penggabungan kromosom ibu dan kromosom ayah, termasuk jenis kelamin juga akan terbentuk. Seandainya terjadi kelainan pun, sejak awal sudah bisa diketahui,” ujar Dr. Prima Progestian, Sp.OG.,  dari RSIA Muhammadiyah Taman Puring , Jakarta.
Setelah itu, sel yang sudah bergabung tadi masuk kembali dan menempel di rahim menjadi embrio. Atau sebaliknya, keluar lagi sebagai menstruasi. Apabila terjadi penggabungan antara sperma Y dengan sel telur X , maka akan menjadi janin laki-laki. Perempuan hanya membawa satu jenis kromosom (X), sedangkan laki-laki memiliki 2 jenis sperma yang membawa kromosom X dan Y.
Terkadang terjadi kegagalan pembentukan sperma. Misalnya, pada kejadian XO atau hanya membawa sperma X, sedangkan Y tidak terbentuk. Akhirnya, yang terjadi adalah anak perempuan yang tidak sempurna. Ada juga kelainan di mana kromosomnya berlebih atau kurang. Kelainan ini bisa memengaruhi pola penampilan seks. Misalnya, jika yang terjadi adalah XYY, bisa jadi yang muncul adalah anak yang sangat agresif. Di Amerika, penelitian biasanya dilakukan ke para bandit. “Ternyata ditemukan kromosom Y-nya berlebihan, sehingga mereka menjadi sangat agresif dan menimbulkan permasalahan sosial,” kata Prima melanjutkan.
Faktor yang sangat memengaruhi jenis kelamin bayi adalah faktor genetik. Sebagai contoh, di Amerika, ditemukan sebuah keluarga yang memiliki kecenderungan selalu melahirkan bayi laki-laki. Selama 200 tahun, keturunan keluarga tadi laki-laki semua. “Ini tergantung kekuatan atau jumlah sel sperma yang ada. Tapi secara umum, probabilitas jenis kelamin bayi adalah 50-50.”
Kedalaman Penetrasi Jadi, sebetulnya, bisa tidak sih, pasangan suami-istri memilih jenis kelamin bayi sesuai keinginan mereka? Banyak pendapat atau mitos yang menganjurkan trik tertentu agar diperoleh jenis kelamin bayi yang sesuai harapan, dari mulai posisi hubungan seks, makanan, dan sebagainya.
Metode yang sekarang banyak dipakai adalah metode yang ditemukan Dr. Landrum Shettles. Penulis buku How to Choose the Sex of Your Baby  ini menganalisis bahwa pH vagina berperan dalam proses pembuahan. PH yang semakin basa (alkalis) cenderung menghasilkan bayi berjenis kelamin laki-laki, sementara pH yang lebih asam (asiditas) sebaliknya. Dari dasar ini, kemudian diteliti dan dicari cara memperoleh suasana pH vagina yang diiinginkan.
Salah satunya adalah posisi hubungan seks. Agar menimbulkan suasana pH vagina yang basa, posisi hubungan seks yang dianjurkan adalah penetrasi semakin dalam ke arah serviks. “Ini bisa menimbulkan suasana basa, sementara penetrasi yang lebih ke arah luar, cenderung menciptakan suasana asam yang artinya peluang memperoleh anak perempuan lebih besar,” lanjut Prima.
Sementara untuk mengontrol dalam-tidaknya penetrasi, posisi yang dianjurkan adalah posisi misonaris untuk menciptakan pH asam, dan posisi rear-entry  untuk menciptakan pH basa.
Begitu juga dengan makanan, dipilih jenis yang bisa menimbulkan suasana asam atau basa. Misalnya, untuk menciptakan suasana asam, maka konsumsi makanan yang dianjurkan adalah makanan yang mengandung unsur garam, atau makanan yang tinggi kalsium dan magnesium, seperti produk susu olahan (keju, yoghurt ) dan turunannya. Kemudian, menghindari makanan yang mengandung daging, karena tinggi natrium dan kalium. Sebaliknya, untuk memperoleh bayi laki-laki, pilih makanan yang tinggi natrium dan kalium. Ini akan membantu suasana cairan vagina menjadi lebih basa.
Timingnya Tepat
Selain posisi hubungan seks dan makanan, cara lain yang sering dipakai adalah mencuci vagina sebelum berhubungan intim. Misalnya, untuk mendapatkan pH vagina yang asam, vagina dicuci dengan cuka, sementara untuk mendapatkan suasana basa, bisa dibasuh dengan soda kue (baking soda ). Teknik ini memiliki tingkat keberhasilan yang tidak terlalu tinggi, sekitar 50-70 persen.
Teknik lainnya adalah dengan teknik waktu ovulasi (timing of ovulation ), yang juga diperkenalkan oleh Dr. Shettles. “Dasar teknik ini adalah melihat tingkat gerakan sperma. Sperma Y lebih kecil, karena materi genetiknya lebih sedikit, tapi umurnya pendek. Sementara sperma X lebih gendut, lebih besar dan lebih lambat gerakannya, tapi umurnya lebih tahan lama,” jelas Prima.
Atas dasar bentuk anatomi sperma ini, Shettles melihat faktor waktu hubungan seksual bisa berpengaruh terhadap jenis kelamin bayi. Semakin dekat waktu hubungan seks ke waktu ovulasi, diharapkan sperma Y yang lebih cepat bergerak ke sel telur, sehingga kemungkinan menghasilkan anak laki-laki lebih besar. Shettles menganjurkan hubungan intim dilakukan 1-2 hari sebelum ovulasi.
“Kalau ingin anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan jauh-jauh sebelum ovulasi, bisa 3 - 5 hari sebelum ovulasi, setelah itu jangan berhubungan lagi,” lanjutnya. Diharapkan, sperma X sudah loyo, sementara sperma Y masih tahan sampai ke sel telur. Shettles mengklaim, teknik ini memiliki tingkat kemungkinan berhasil 70 - 80 persen.
Pilah-pilih Sperma
Selain metode Shettles yang boleh dibilang low technology , orang mulai mencari cara memilih jenis kelamin dengan cara yang lebih scientific  dan lebih pasti. Salah satunya dengan memilih sperma. X dan Y dengan jalan disaring dengan cairan albumin (albumin method ). Metode ini ditemukan oleh Dr. Ronald Ericsson, PhD dan sekarang digunakan untuk proses inseminasi.
Prinsipnya, sperma di-washing , diputar (centrifuged ), kemudian dimasukkan ke dalam media albumin. Nah, sperma yang kemampuan berenangnya bagus diambil. Metode ini hanya memilah sperma yang baik, tapi tidak memilih jenis sperma, sehingga kemungkinannya hanya 78 persen-85 persen untuk bayi laki-laki, dan 73 persen-75 persen untuk bayi perempuan.
Metode yang lebih canggih lagi adalah dengan mikro sortir (microsort ). Prinsip metode ini adalah menandai kromosom dengan pewarna fluorescence  atau FISH (fluorescence in situ hybridization ). Sperma ditandai dengan pewarna fluorescence, sehingga memancarkan warna tertentu, melalui alat yang dinamakan flow citometry . Misalnya, sperma Y hijau, sperma X merah. Setelah itu akan diperoleh X sort  atau Y sort .
Keberhasilan metode ini diklaim meningkat sampai 85 persen, meskipun masih ada sperma yang lolos juga. “Metode ini juga sudah dilakukan di Amerika Serikat, meskipun masih muncul pro-kontra seputar keamanan pewarna,” pungkas Prima.